Gambar

barang teman :D

29 Jul

barang teman :D

Daftar Riwayat Hidup Curriculum Vitae

13 Jun

Daftar Riwayat Hidup

Curriculum Vitae

Nama Lengkap                  : M.Yusuf

Tempat/Tanggal Lahir       : Tembilaha, 09 November 1993

Jenis Kelamin                    : Laki-laki

Warga Negara                   : Indonesia

Agama                               : Islam

Pendidikan Terakhir          : SMKN 1 Tembilahan

Pengalaman Kerja             : –

Alamat                              : Jl. R. Soebrantas, Gg. Pulai Indah

Tinggi Bada                      :

Berat Badan                      : 50 kg

Golongan Darah                : O

Nama Orang Tua               : As’ad

Pendidikan                       

  1. SD                             : 1999/2005
  2. SMP                           : 2005/2008
  3. SMA                          : 2008/2011

Hobi                                  : Main Bola

Prestasi                              : –

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.

 

 

                                                                                                             Tembilahan, 01 Mei 2013

                                                                                                                     Yang membuat

 

                                                                                                                        M.YUSUF

Inilah Dampak Buruk Bagi Kesehatan Jika Sering Marah

4 Jun

Keadaan emosi yang sedang marah, ngambek, atau bad mood ternyata memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan. Bahkan beberapa penelitian melaporkan bahwa salah satu akibat buruk dari seringnya marah akan mengalami penuan dini, bahkan yang terburuk adalah kematian.

Jika kamu kesal dan ingin marah, maka lebih baik dikendalikan. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti, menulis, mendengarkan musik, meditasi, atau olahraga. Jika tak mampu maka beberapa hal ini akan mempengaruhi kesehatan kamu.

Dilansir dari ciricara, berikut 3 dampak negatif dari marah-marah:

1. Melemahkan imunitas tubuh

Sering marah-marah bisa melemahkan kekebalan tubuh seseorang. Saat marah, biasanya tubuh akan menjadi tegang dan bagian otak ikut bekerja ekstra. Marah dan emosi negatif lainnya akan cenderung menyita waktu dan membuat kamu kelelahan. Jika sudah begitu, maka kondisi tubuh dalam keadaan yang rentan dan mudah terserang penyakit.

2. Menimbulkan beberapa penyakit

Emosi atau perasaan negatif membuat  kita jadi mudah terserang penyakit. Hal tersebut dikarenakan kondisi tubuh yang tidak stabil. Sementara itu, penelitian dari Center For Disease Control Prevention menunjukkan bahwa 85% penyakit berhubungan dengan kondisi emosional. Ketika tenagh emosi bisa memunculkan rasa sedih, shock, sakit kepala, dan lain sebagainya. Untuk mencegah berbagai penyakit, cobalah jalani hidup ini dengan senyuman dan rasa bahagia.

3. Mengalami risiko terkena serangan jantung

Pada saat sedang emosi, ada yang ditunjukkan dengan cara marah yang meledak-ledak dan ada juga yang dipendam. Mengontrol kemarahan bukan berarti menahan dan tidak mengekspresikannya. Ketahuilah bahwa seseorang yang menahan marah dan selalu mengalah tanpa pernah mengutarakan atau menyelesaikan masalah bisa berisiko tiga kali terkena serangan jantung. Mengutarakan perasaan atau emosi tidak perlu harus marah-marah.

cara instalasi system gosh dengan menggunakan flashdisk

2 Jun

Sering kali kita mengalami kesulitan apabila Komputer (PC) kita mendapat masalah yang tidak terduga. Operating System (OS) sebagai contoh Windows kita tiba-tiba error, missing file, atau bahkan rusak sehingga kita perlu install ulang komputer kita dengan waktu yang lama kurang lebih 1 – 1.5 jam, belum install driver-driver nya beserta program aplikasi software pendukung lainnya. Apalagi jika Windows kita Original sudah install ulang, harus aktivasi via internet, atau kalau tidak harus backup wpa.dbl sungguh terlalu lama dan menjengkelkan.
Tapi sekarang anda tidak perlu kuatir itu semua bisa diatasi, Sebelum Windows Anda rusak baiknya anda back-up dulu windows anda atau sering kita sebut dengan istilah Windows Restore. Dengan ini Anda bisa Membuat Restore Windows ini dengan sangat Cepat dan mudah, jadi tidak perlu install-install windows lagi jika dikala windows anda rusak, cukup pake FLASHDISK aja. MUDAH, PRAKTIS dan CEPAT.
Backup dengan NORTON GHOST adalah  satu cara untuk mempercepat proses perbaikan komputer kita. dengan cara membackup OS windows kita yang berada didrive C ke partisi yang lain  atau bisa juga disimpan di CD,kemudian sewaktu -waktu OSnya rusak kita bisa mengambil kembali backup OS pada saat kita Clone dengan NORTON GHOST tadi sehingga komputer kita kembali fresh. tapi NORTON GHOST bisa jalan di DOS. biasanya kita sering menggunakan disket ataupun CD untuk menjalankan NORTON GHOST di DOS. tapi itu terlalu kuno, saya sarankan menggunakan FLASHDISK yang sangat familiar itu.
Software yang diperlukan bisa didownload link dibawah:

  1. Software BootFlashDOS
  2. Software Norton Ghost

Perlengkapan :

  1. PC dengan Operating System Windows
  2. Flashdisk Minimal dengan kapasitas 64MB

Langkah pertama :
Agar FlashDisk kita bisa booting di DOS dengan memakai software bootflashdos.
Jalankan bootflasdosnya lalu pilh drive flashdisk yang akan kita jadikan bootable.
Seperti gambar dibawah :

Langkah Kedua :
ekstrak file NORTON GHOST ke komputer kemudian copy semua file yang ada di folder ke flash disk yang sudah jadi bootable tadi. seperti gambar dibawah ini:

Langkah ketiga :
Pilih konfirmasi NO apabila ada muncul peringatan “Confirm file replace”. seperti gambar dibawah ini :

norton ghost dos

lalu restart komputernya pilih konfigurasi BIOS pilih Boot 1st pada flashdisk.
CARA MEMERIKSA SETTING BOOT  PC  ATAU LAPTOP ANDA

  • Agar dapat booting dengan baik dengan Flashdisk USB pastikan PC Anda mendukung booting melalui Flashdisk. Masuk pada BIOS dengan menekan tombol ‘Del‘ pada keyboard atau tombol lain sesuai BIOS Anda. Kemungkinan alternatifnya adalah ‘F1‘, ‘F2‘, ‘Insert‘ dan ‘F10‘. Mungkin beberapa motherboard lain mengharuskan untuk menekan tombol lain untuk dapat masuk ke BIOS. Perhatikan pesan saat booting seperti ini ‘Press [Del] to enter Setup‘ yang mengindikasikan bahwa Anda harus menekan ‘Del’ untuk dapat masuk ke BIOS.
  • Cek BIOS Anda. Jika Anda memakai BIOS keluaran AMI, mungkin Anda perlu mengubah setting pada pilihan ‘USB Keyboard Legacy support‘.
  • Setting BIOS:
    Untuk AMI BIOS:
    – Masuk ke Feature Setup, Set ke posisi ‘Enable‘ beberapa fungsi berikut: ‘USB Function Support‘, ‘USB Function For DOS‘ dan ‘ThumbDrive for DOS‘.
    Masuk ke bagian Advanced Setup, set ‘1st Boot Device‘ ke ‘USB RMD-FDD‘. Reboot PC Anda, dan seharusnya Anda sudah bisa booting melalui Flashdisk USB.- Masuk ke bagian USB Mass Storage Device Configuration. Pilih ‘Emulation Type‘ dan set ke ‘Harddisk‘. Kemudian masuk ke ‘Boot Menu‘ dan set ‘1st boot device‘ ke ‘USB Stick‘. Exit dari BIOS untuk menyimpan perubahan.
    Jika tetap tidak bisa, Anda bisa coba pilihan ‘Emulation Type‘ ke ‘Floppy‘ atau ‘Forced FDD

Untuk Phoenix/Award BIOS:
Masuk ke ‘Advanced BIOS Features‘. Pilih ‘1st Boot device‘ dan set pada ‘USB ZIP‘.
Selamat Mencoba…

MAKALAH PENYAKIT MALARIA

16 Apr

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    TUJUAN

•    Untuk memenuhi tugas mata kuliah Imunologi II dengan menjelaskan mengenai malaria.
•    Untuk lebih memahami mengenai mekanisme dan pemeriksaan malaria dan dapat mengaplikasikan cara pemeriksaannya pada praktek kerja sehari – hari.

1.2.    LATAR BELAKANG

Malaria masih merupakan masalah penyakit endemik di wilayah Indonesia Timur khususnya Nusa Tenggara Barat. Salah satu masalah yang dihadapi adalah kesulitan mendiagnosis secara cepat dan tepat. Berdasarkan hasil evaluasi Program Pemantapan Mutu Eksternal Laboratorium Kesehatan pada pemeriksaan mikroskopis malaria, yang dilakukan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Mataram, dari 19 laboratorium di NTB yang mengevaluasi menggunakan preparat positif malaria, hanya 79% peteknik laboratorium yang dapat membaca preparat dengan benar. Kepentingan untuk mendapatkan diagnosis yang cepat pada penderita yang diduga menderita malaria merupakan tantangan untuk mendapatkan uji/metode laboratorik yang tepat, cepat, sensitif, mudah dilakukan, serta ekonomis. Peranan keendemikan (endemisitas) malaria, migrasi penduduk yang cepat, serta berpindah-pindah (traveling) dari daerah endemis, secara tidak langsung mempengaruhi masalah diagnostik laboratorikmaupun terapi malaria. Perubahan gambaran morfologi parasit malaria, serta variasi galur (strain), yang kemungkinan disebabkan oleh pemakaian obat antimalaria secara tidak tepat (irasional), membuat masalah semakin sulit terpecahkan bila hanya mengandalkan teknik diagnosis mikroskopis. Ditambah lagi rendahnya mutu mikroskop dan pereaksi (reagen) serta kurang terlatihnya tenaga pemeriksa, menimbulkan kendala dalam memeriksa parasit malaria secara mikroskopis yang selama ini merupakan standar emas (gold standard) pemeriksaan laboratoris malaria.

BAB II
ISI
A.    Pengertian
Malaria merupakan penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah. Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam, menggigil, anemia dan splenomegali. penyakit menular ini sangat dominan di daerah tropis dan sub-tropis atau kawasan tropika yang biasa namun apabila diabaikan dapat menjadi penyakit yang serius. Parasit penyebab malaria seperti malaria jenis Plasmodium falciparum merupakan malaria tropika yang sering menyebabkan kematian. Ia adalah suatu protozoa yang dipindahkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina terutama pada waktu terbit dan terbenam matahari. Setidaknya 270 juta penduduk dunia menderita malaria dan lebih dari 2 miliar atau 42% penduduk bumi memiliki risiko terkena malaria. WHO mencatat setiap tahunnya tidak kurang dari 1 hingga 2 juta penduduk meninggal karena penyakit yang disebarluaskan nyamuk Anopheles. Penyakit malaria juga dapat diakibatkan karena perubahan lingkungan sekitar seperti adanya  Pemanasan global yang terjadi saat ini mengakibatkan penyebaran penyakit parasitik yang ditularkan melalui nyamuk dan serangga lainnya semakin mengganas. Perubahan temperatur, kelembaban nisbi, dan curah hujan yang ekstrim mengakibatkan nyamuk lebih sering bertelur sehingga vector sebagai penular penyakit pun bertambah dan sebagai dampak muncul berbagai penyakit, diantaranya demam berdarah dan malaria.

B.    Penyebab Penyakit Malaria
Penyakit malaria disebabkan oleh bibit penyakit yang hidup di dalam darah manusia. Bibit penyakit tersebut termasuk binatang bersel satu, tergolong amuba yang disebut Plasmodium. Kerja plasmodium adalah merusak sel-sel darah merah. Dengan perantara nyamuk anopheles, plasodium masuk ke dalam darah manusian dan berkembang biak dengan membelah diri. Ada empat macam plasmodium yang menyebabkan malaria:
     Falciparum, penyebab penyakit malaria tropika. Jenis malaria ini bisa menimbulkan kematian.
     Vivax, penyebab malaria tersiana. Penyakit ini sukar disembuhkan dan sulit kambuh.
     Malaria, penyebab malaria quartana. Di Indonesia penyakit ini tidak banyak ditemukan.
     Ovale, penyebab penyakit malaria Ovale. Tidak terdapat di Indonesia.
Penyebab lain terjadinya penyakit malaria, yaitu
a)    Parasit
Untuk kelangsungan hidupnya, parasit malaria memerlukan dua macam siklus kehidupan yaitu siklus dalam tubuh manusia dan siklus dalam tubuh nyamuk.
a.    Siklus aseksual dalam tubuh manusia
Sikus dalam tubuh manusia juga disebut siklus aseksual, dan siklus ini terdiri dari :
 
Gambar 1 : siklus hidup parasit malaria

     Siklus di luar sel darah merah
Siklus di luar sel darah merah berlangsung dalam hati. Pada Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale ada yang ditemukan dalam bentuk laten di dalam sel hati yang disebut hipnosoit. Hipnosoit merupakan suatu fase dari siklus hidup parasit yang nantinya dapat menyebabkan kumat / kambuh atau rekurensi (long term relapse). Plasmodium vivax dapat kambuh berkali-kali bahkan sampai jangka waktu 3 – 4 tahun. Sedangkan untuk Plasmodium ovale dapat kambuh sampai bertahun-tahun apabila pengobatannya tidak dilakukan dengan baik. Setelah sel hati pecah akan keluar merozoit yang masuk ke eritrosit (fase eritrositer)
     Fase dalam sel darah merah
Fase hidup dalam sel darah merah / eritrositer terbagi dalam :
a) Fase sisogoni yang menimbulkan demam
b) Fase gametogoni yang menyebabkan seseorang menjadi sumber penularan penyakit bagi nyamuk vektor malaria. Kambuh pada Plasmodium falciparum disebut rekrudensi (short term relapse), karena siklus didalam sel darah merah masih berlangsung sebagai akibat pengobatan yang tidak teratur. Merozoit sebagian besar masuk ke eritrosit dan sebagian kecil siap untuk diisap oleh nyamuk vektor malaria. Setelah masuk tubuh nyamuk vektor malaria, mengalami siklus sporogoni karena menghasilkan sporozoit yaitu bentuk parasit yang sudah siap untuk ditularkan kepada manusia.
 
Gambar 2 : eritrosit yang terinfeksi parasit malaria

b.    Fase seksual dalam tubuh nyamuk
Fase seksual ini biasa juga disebut fase sporogoni karena menghasilkan sporozoit, yaitu bentuk parasit yang sudah siap untuk ditularkan oleh nyamuk kepada manusia. Lama dan masa berlangsungnya fase ini disebut masa inkubasi ekstrinsik, yang sangat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara. Prinsip pengendalian malaria, antara lain didasarkan pada fase ini yaitu dengan mengusahakan umur nyamuk agar lebih pendek dari masa inkubasi ekstrinsik, sehingga fase sporogoni tidak dapat berlangsung. Dengan demikian rantai penularan akan terputus

b)    Nyamuk Anopheles
 
Gambar 3 : Nyamuk Anopheles
    Penyakit malaria pada manusia ditularkan oleh nyamuk Anopheles vektor betina. Di seluruh dunia terdapat sekitar 2000 spesies nyamuk Anopheles, 60 spesies diantaranya diketahui sebagai vektor malaria. Di Indonesia terdapat sekitar 80 jenis nyamuk Anopheles, 22 spesies diantaranya telah terkonfirmasi sebagai vektor malaria. Sifat masing-masing spesies berbeda-beda tergantung berbagai faktor seperti penyebaran geografis, iklim dan tempat perkembangbiakannya. Semua nyamuk vektor malaria hidup sesuai dengan kondisi ekologi setempat, contohnya nyamuk vektor malaria yang hidup di air payau (Anopheles sundaicus dan Anopheles subpictus), di sawah (Anopheles aconitus) atau di mata air (Anopheles balabacensis dan Anopheles maculatus). Nyamuk Anopheles hidup di daerah iklim tropis dan subtropis, tetapi juga bias hidup di daerah yang beriklim sedang. Nyamuk ini jarang ditemukan pada daerah dengan ketinggian lebih dari 2500 meter dari permukaan laut. Tempat perkembangbiakannya bervariasi (tergantung spesiesnya) dan dapat dibagi menjadi tiga ekosistem yaitu pantai, hutan dan pegunungan. Biasanya nyamuk Anopheles betina vektor menggigit manusia pada malam hari atau sejak senja hingga subuh. Jarak terbang (flight range) antara 0,5 – 3 km dari tempat perkembangbiakannya. Jika ada angin yang bertiup kencang, dapat terbawa sejauh 20 – 30 km. Nyamuk Anopheles juga dapat terbawa pesawat terbang, kapal laut atau angkutan lainnya dan menyebarkan malaria ke daerah yang semula tidak terdapat kasus malaria. Umur nyamuk Anopheles dewasa dialam bebas belum banyak diketahui, tetapi di laboratorium dapat mencapai 3 -5 minggu. Nyamuk Anopheles mengalami metamorfosis sempurna. Telur yang diletakkan nyamuk betina diatas permukaan air akan menetas menjadi larva, melakukan pergantian kulit (sebanyak 4 kali) kemudian tumbuh menjadi pupa dan menjadi nyamuk dewasa. Waktu yang dibutuhkan untuk perkembangan (sejak telur menjadi dewasa) bervariasi antara 2 – 5 minggu tergantung spesies, makanan yang tersedia, suhu dan kelembaban udara.
c)    Manusia yang rentan terhadap infeksi malaria
Secara alami penduduk di suatu daerah endemis malaria ada yang mudah dan ada yang tidak mudah terinfeksi malaria, meskipun gejala klinisnya ringan. Perpindahan penduduk dari dan ke daerah endemis malaria hingga kini masih menimbulkan masalah. Sejak dulu, telah diketahui bahwa wabah penyakit ini sering terjadi di daerah-daerah pemukiman baru, seperti di daerah perkebunan dan transmigrasi. Hal ini terjadi karena pekerja yang datang dari daerah lain belum mempunyai kekebalan sehingga rentan terinfeksi.
d)    Lingkungan
Keadaan lingkungan berpengaruh terhadap keberadaan penyakit malaria di suatu daerah. Adanya danau, air payau, genangan air di hutan, persawahan, tambak ikan, pembukaan hutan dan pertambangan di suatu daerah akan meningkatkan kemungkinan timbulnya penyakit malaria karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat perkembangbiakan nyamuk vektor malaria.
e)    Iklim
Suhu dan curah hujan di suatu daerah berperan penting dalam penularan penyakit malaria. Biasanya penularan malaria lebih tinggi pada musim kemarau dengan sedikit hujan dibandingkan pada musim hujan. Pada saat musim kemarau dengan sedikit hujan, genangan air yang terbentuk merupakan tempat yang ideal sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk vektor malaria. Dengan bertambahnya tempat perkembangbiakan nyamuk, populasi nyamuk vektor malaria juga bertambah sehingga kemungkinan terjadinya transmisi meningkat.

C.    Penularan dan Penyebaran
Penularan penyakit malaria dari orang yang sakit kepada orang sehat, sebagian besar melalui gigitan nyamuk. Bibit penyakit malaria dalam darah manusia dapat terhisap oleh nyamuk, berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, dan ditularkan kembali kepada orang sehat yang digigit nyamuk tersebut. Jenis-jenis vektor (perantara) malaria yaitu:
     Anopheles Sundaicus, nyamuk perantara malaria di daerah pantai.
     Anopheles Aconitus, nyamuk perantara malaria daerah persawahan.
     Anopheles Maculatus, nyamuk perantara malaria daerah perkebunan, kehutanan dan pegunungan.
Penularan yang lain adalah melalu transfusi darah. Namun kemungkinannya sangat kecil.
Cara penularan penyakit malaria dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu :
1.    Penularan secara alamiah (natural infection)
Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Nyamuk ini jumlahnya kurang lebih ada 80 jenis dan dari 80 jenis itu, hanya kurang lebih 16 jenis yang menjadi vector penyebar malaria di Indonesia. Penularan secara alamiah terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi oleh Plasmodium. Sebagian besar spesies menggigit pada senja dan menjelang malam hari. Beberapa vector mempunyai waktu puncak menggigit pada tengah malam dan menjelang pajar. Setelah nyamuk Anopheles betina mengisap darah yang mengandung parasit pada stadium seksual (gametosit), gamet jantan dan betina bersatu membentuk ookinet di perut nyamuk yang kemudian menembus di dinding perut nyamuk dan membentuk kista pada lapisan luar dimana ribuan sporozoit dibentuk. Sporozoit-sporozoit tersebut siap untuk ditularkan. Pada saat menggigit manusia, parasit malaria yang ada dalam tubuh nyamuk masuk ke dalam darah manusia sehingga manusia tersebut terinfeksi lalu menjadi sakit.
2.    Penularan tidak alamiah (not natural infection)
a. Malaria bawaan
Terjadi pada bayi yang baru lahir karena ibunya menderita malaria. Penularannya terjadi melalui tali pusat atau plasenta (transplasental)
b. Secara mekanik
    Penularan terjadi melalui transfusi darah melalui jarum suntik.

c. Secara oral
    Cara penularan ini pernah dibuktikan pada burung (P.gallinasium), burung dara (P.relection) dan monyet (P.knowlesi).

D.    Tanda-tanda Terjadinya Penyakit Malaria
Tanda-tanda yang terjadi pada penyakit malaria dimulai dengan dingin dan sering sakit kepala. Penderita menggigil atau gemetar selama 15 menit sampai satu jam. Dingin diikuti demam dengan suhu 40 derajat atau lebih. Penderita lemah, kulitnya kemerahan dan menggigau. Demam berakhir serelah beberapa jam. Penderita mulai berkeringat dan suhunya menurun. Setelah serangan itu berakhir, penderita merasa lemah tetapi keadaannya tidak mengkhawatirkan

E.    Gejala Klinis dan Masa Inkubasi Malaria
Keluhan dan tanda klinis, merupakan petunjuk yang penting dalam diagnosa malaria. Gejala klinis ini dipengaruhi oleh jenis/ strain Plasmodium imunitas tubuh dan jumlah parasit yang menginfeksi. Waktu mulai terjadinya infeksi sampai timbulnya gejala klinis dikenal sebagai waktu inkubasi, sedangkan waktu antara terjadinya infeksi sampai ditemukannya parasit dalam darah disebut periode prepaten.9
1.    Gejala klinis
Gejala klasik malaria yang umum terdiri dari tiga stadium (trias malaria), yaitu:
a. Periode dingin. Mulai dari menggigil, kulit dingin dan kering, penderita sering membungkus diri dengan selimut dan pada saat menggigil sering seluruh badan bergetar dan gigi saling terantuk, pucat sampai sianosis seperti orang kedinginan. Periode ini berlangsung 15 menit sampai 1 jam diikuti dengan meningkatnya temperatur.
b. Periode panas. Penderita berwajah merah, kulit panas dan kering, nadi cepat dan panas badan tetap tinggi dapat mencapai 400C atau lebih, respirasi meningkat, nyeri kepala, terkadang muntah-muntah, dan syok. Periode ini lebih lama dari fase dingin, dapat sampai dua jam atau lebih diikuti dengan keadaan berkeringat.
c. Periode berkeringat. Mulai dari temporal, diikuti seluruh tubuh, sampai basah, temperatur turun, lelah, dan sering tertidur. Bila penderita bangun akan merasa sehat dan dapat melaksanakan pekerjaan seperti biasa. Di daerah dengan tingkat endemisitas malaria tinggi, sering kali orang dewasa tidak menunjukkan gejala klinis meskipun darahnya mengandung parasit malaria. Hal ini merupakan imunitas yang terjadi akibat infeksi yang berulang-ulang. Limpa penderita biasanya membesar pada serangan pertama yang berat/ setelah beberapa kali serangan dalam waktu yang lama. Bila dilakukan pengobatan secara baik maka limpa akan berangsur-berangsur mengecil. Keluhan pertama malaria adalah demam, menggigil, dan dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal-pegal. Untuk penderita tersangka malaria berat, dapat disertai satu atau lebih gejala berikut: gangguan kesadaran dalam berbagai derajat, kejang-kejang, panas sangat tinggi, mata atau tubuh kuning, perdarahan di hidung, gusi atau saluran pencernaan, nafas cepat, muntah terus-menerus, tidak dapat makan minum, warna air seni seperti the tua sampai kehitaman serta jumlah air seni kurang sampai tidak ada.
2. Masa inkubasi
Masa inkubasi dapat terjadi pada :
a.    Masa inkubasi pada manusia (intrinsik)
Masa inkubasi bervariasi pada masing-masing Plasmodium. Masa inkubasi pada inokulasi darah lebih pendek dari infeksi sporozoid. Secara umum masa inkubasi Plasmodium falsiparum adalah 9 sampai 14 hari, Plasmodium vivax adalah 12 sampai 17 hari, Plasmodium ovale adalah 16 sampai 18 hari, sedangkan Plasmodium malariae bisa 18 sampai 40 hari. Infeksi melalui transfusi darah, masa inkubasinya tergantung pada jumlah parasit yang masuk dan biasanya bisa sampai kira-kira 2 bulan.
b.    Masa inkubasi pada nyamuk (ekstrinsik)
Setelah darah masuk kedalam usus nyamuk maka protein eritrosit akan dicerna oeleh enzim tripsin kemudian oleh enzim aminopeptidase dan selanjutnya karboksipeptidase, sedangkan komponen karbohidrat akan dicerna oleh glikosidase. Gametosit yang matang dalam darah akan segera keluar dari eritrosit selanjutnya akan mengalami proses pematangan dalam usus nyamuk untuk menjadi gamet (melalui fase gametogenesis). Adapun masa inkubasi atau lamanya stadium sporogoni pada nyamuk adalah Plasmodium vivax 8-10 hari, Plasmodium palsifarum 9-10 hari, Plasmodium ovale 12-14 hari dan Plasmodium malariae 14-16 hari.

F.    Diagnosa Malaria
Sebagaimana penyakit pada umumnya, diagnosis malaria didasarkan pada manifestasi klinis (termasuk anamnesis), uji imunoserologis dan ditemukannya parasit (Plasmodium) di dalam darah penderita. Manifestasi klinis demam seringkali tidak khas dan menyerupai penyakit infeksi lain (demam dengue, demam tifoid) sehingga menyulitkan para klinisi untuk mendiagnosis malaria dengan mengandalkan pengamatan manifestasi klinis saja, untuk itu diperlukan pemeriksaan laboratorium sebagai penunjang diagnosis sedini mungkin. Secara garis besar pemeriksaan laboratorium malaria digolongkan menjadi dua kelompok yaitu pemeriksaan mikroskopis dan uji imunoserologis untuk mendeteksi adanya antigen spesifik atau antibody spesifik terhadap Plasmodium. Namun yang dijadikan standar emas (gold standard) pemeriksaan laboratorium malaria adalah metode mikroskopis untuk menemukan parasit Plasmodium di dalam darah tepi. Uji imunoserologis dianjurkan sebagai pelengkap pemeriksaan mikroskopis dalam menunjang diagnosis malaria atau ditujukan untuk survey epidemiologi dimana pemeriksaan mikroskopis tidak dapat dilakukan. Sebagai diagnosa banding penyakit malaria ini adalah demam tifoid, demam dengue, ISPA. Demam tinggi, atau infeksi virus akut lainnya.

G.    Bahaya Penyakit Malaria
1.    Rasa sakit yang ditimbulkan sangat menyiksa si penderita
2.    Tubuh yang sangat lemah, sehingga tidak dapat bekerja seperti biasa
3.    Dapat menimbulkan kematian pada anak-anak dan bayi
4.    Perkembangan otak bisa terganggu pada anak-anak dan bayi, sehingga menyebabkan kebodohan.

H.    Pemeriksaan Laboratorium

     Pemeriksaan dengan mikroskop cahaya
Pewarnaan mikroskopik dengan pewarnaan giemsa sampai saat ini masih merupakan baku emas pemeriksaan malaria. Walaupun demikian hasil pembacaannya hannya dapat dipercaya jika dilakukan oleh seorang yang berpengalaman. Selain untuk menegakan diagnosis, pemeriksaan mikroskopik dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil pengobatan dan hal ini tidak dapat diterapkan dengan uji cepat malaria maupun teknik PCR. Kekurangannya adalah subjektivitas pemeriksa, terutama dalam hal mendiagnosis infeksi campuran atau infeksi dalam jumlah parasit yang rendah. Selain itu pada infeksi P.falciparum yang stadium lanjutnya berada di kapiler alat dalam (sekuestrasi), parasit tersebut sulit ditemukan dalam darah tepi hingga memerlukan pemeriksaan serial darah ( 3 kali dalam 48 jam ) untuk memastikan ada tidaknya parasit.
Konsentrasi parasit malaria dalam darah cukup merata sehingga pengambilan darah rutin dapat dilakukan pada ujung jari atau tumit kaki (pada bayi). Morfologi parasit yang optimal dapat dilihat dengan membuat sediaan darah yang diwarnai giemsa yang diambil dari ujung jari segera. Akhir – akhir ini darah vena dengan antikoagulan lebih sering digunakan sebagai bahan pemeriksaan. Hal yang harus diperhatikan adalah jumlah darah yang diambil harus sesuai dengan volume antikoagulannya. Jika digunakan tabung komersial yang berisis antikoagulan maka tabung tersebut harus diisi penuh dengan darah penderita (sesuai dengan batasnya ). Hal tersebut untuk menghindari ketidaktepatan rasio darah dan antikoagulan yang dapat mempengaruhi morfologi parasit malaria.
Jika pembuatan sediaan darah yang mengandung antikoagulan dilakukan 24 jam setelah pengambilan darah maka jumlah parasit dapat berkurang sampai 50% dan morfologi parasit sudah berubah. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera (< 1jam) membuat sediaan darah tipis dan tebal dari darah dengan antikoagulan tersebut. Bahkan jika dilakukan setelah 6 jam pengambilan darah jumlah parasit mulai berkurang.
Morfologi malaria terlihat optimal pada sediaan darah tipis yang diwarnaai giemsa, tetapi sensitifitasnya rendah. Dengan menggunakan sediaan darah tebalsensitivitas sediaan darah mikroskopik akan meningkat sampai 10 kali disbanding sediaan darah tipis. Hal ini yang perlu diperhatikan adalah lamanya pewarnaan yang optimal, yaitu 30 menit dengan giemsa 3 %. Pewarnaan cepat dengan giemsa yang lebih tinggi tidak dianjurkan, karena jika jumlah parasit rendah dalam darah, sering kali parasit yang ada tidak terwarnai.
Prinsip : mewarnai apusan darah menggunakan pewarna giemsa agar sel eritrosit yang terinfeksi parasit mlaria dapat terlihat kelainan morfologinya.
Cara kerja :
 

Gambaran mikroskopik :
 
Gambar 4 : gambar mikroskopik parasit malaria

Interpretasi hasil :
•    +     : 1-10 parasit stadium aseksual per 100 lapang pandang mikroskop
•    ++    : 11-100 parasit stadium aseksual per 100 lapang pandang mikroskop
•    +++    : 1-10 parasit stadium aseksual per 1 lapang pandang mikroskop
•    ++++    : 11-100 parasit stadium aseksual per 1 lapang pandang mikroskop
Sedangkan perhitungan secara kuantitatif dapat dilakukan baik pada sediaan darah tebal maupun sediaan darah tipis. Jumlah parasit stadium aseksual (cincin, trofozoit, dan skizont) dan aseksual (gametosit) biasanya dihitung secara terpisah.
Pada sediaan darah tebal parasit dihitung berdasarkan jumlah leukosit per mikro liter darah; jika tidak diketahui biasanya diasumsikan leukosit penderita berjumlah berjumlah 8000/Ul, dengan rumus berikut.

Jumlah parasit stadium aseksual x jumlah leukosit /Ul
200

Sedangkan perhitungan parasit dalam sediaan darah tipis perlu diketahui jumlah eritrosit per Ul darah. Jika nilai ini tidak diketahui, diasumsikan penderita mengandung eritrosit 5.000.000/Ul (laki-laki) atau 4.500.000 / Ul (wanita). Jumlah parasit kemudian dihitung paling sedikit dalam 25 lapangan pandang mikroskopik atau total parasit/Ul dihitung dengan rumus sebagai berikut.

Jumlah parasit stadium aseksual  x           jumlah eritrosir/Ul
                                                   Total eritrosit dalam 25 lapang pandang
Pada sediaan darah tipis dapat juga dihitung proporsi atau presentase eritrosit yang terinfeksi dengan rumus sebagai berikut.
Jumlah parasit stadium aseksual dalam 25 lapang pandang   x 100%
     Total eritrosit dalam 25 lapang pandang mikroskopik
     Pemeriksaan dengan mikroskopik flouresensi
Sensitivitas diagnosis malaria pada sediaan darah dapat ditingkatkan dengan menggunakan zat flouresensi yang dapat berikatan dengan parasit. Asam nukleat dalam inti akan berikatan dengan zat tersebut dan akan berflouresensi jika disinari dengan sinar UV yang mempunyai panjang gelombang tertentu. Mula-mula digunakan acridine orange (AO) dan benzothio carboxypurine (BCP). Keduanya dieksitasi panjang gelombang 490 nm dan akan berfloursensi dengan warna kehijauan atau kekuningan.
Acridine orange dapat digunakan langsung pada sediaan darah di kaca objek atau dengan menggunakan capillary tubes yang bagian dalamnya dilapisi oleh zat wrana acridine orange. Pada waktu sentrifugasi, capillary tubes yang berisi darah pasien dan terdiri dari berbagai sel, yaitu leukosir, trombosit dan eritrosit akan terpisah. Parasit malaria akan terkonsentrasi dibawah berbagai lapisan sel, terutama dibagian atas lapisan eritrosit dan kadang – kadang ditemukan dalam lapisan trombosit dan leukosit. Parasit dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop flouresensi.
Tekhnik kawamoto menggunakan filter yang dapat mengeksitasi panjang gelombang 470-490 nm sehingga pada waktu cahaya melewati sediaan darah yang diwarnai acridine orange, parasit akan terlihat berflouresensi. Dalam hal ini digunakan sinar matahari yang kuat atau lampu halogen sebagai sumber cahaya.
Walaupun acridine orange merupakan zat yang berfluoresensi kuat, tetapi zat ini akan berikatan dengan asam nukleatsemua jenis sel hingga flouresesnsinya menjadi tidak spesifik. Jika metode ini digunakan untuk mendiagnosis malaria, si pembaca harus dapat membedakan dengan flouresesnsi yang disebabkan oleh inti sel lain.
Zat flouresensi lain yaitu benzothiocarboxypurine (BCP) untuk mewarnai asam nukleat parasit dapat digunakan langsung pada sediaan darah tebal atau suspense darah yang sudah dilisiskan zat warna ini tida cepat pudar seperti acridine orange.
Diagnosis malaria dengan menggunakan zat berflouresensi  merupakan suatu cara yang harus dipelajari dan memerlukan pengalaman sehingga hingga aplikasi ini dapat diaplikasikan dengan cepat dan tepat. Kekurangan cara ini adalah tidak dapat membedakan berbagai macam spesies plasmodium karena tanda spesifik yang terdapat dalam sitoplasma darah merah tidak akan terwarnai. Morfologi sel darah merah yang terinfeksi dan tanda spesifik yang timbul pada infeksi berbagai plasmodium tetap diperlukan untuk menegakan diagnosis.

     Pemeriksaan dengan rapid test.
Secara umum terdapat 3 macam antigen yang digunakan dalam malaria rapid test, yaitu histidine rich protein-2 ( HRP-2 ), lactate dehydrogenase (LDH), dan aldolase. HRP-2 merupakan protein yang larut air dan disekresikan oleh berbagai stadium aseksual dan gametosit muda P.falciparum. protein ini tidak ditemukan pada spesies plasmodium lain hingga sangat spesifik untuk menegakan diagnosis P.falciparum. sedangkan enzim (pLDH dan aldolase) merupakan antigen yang ditemukan dalam glikolitik pathway parasit malaria, namun sudah terdapat kit dengan LDH yang spesifik  untuk P.vivax yaitu pvLDH.
Prinsip :imunokromatografi cairannya akan naik sepanjang kertas nitroselulosa. Pada beberapa titik dikertas selulosa diletakan antibody monoclonal terhadap antigen malaria yang spesifik sehingga pada penderita positif akan terjadi reaksi antigen antibody yang tervisualisasi dalam bentuk garis.
Cara kerja:
   
Gambar 5 : Rapid test kit

Cara kerja :
1.    Kit disimpan pada suhu ruang selama 30 menit.
2.    10 sampai 15 μl darah EDTA diambil menggunakan mikropipet dan diletakkan dalam lubang sampel.
3.    Hasil akan dibaca setelah 10-15 menit (terbentuk garis merah muda)

Interpretasi hasil
    Garis yang paling atas (garis pertama) merupakan garis kendali (kontrol).
    Garis dibawahnya (garis kedua) merupakan garis uji untuk Plasmodium vivax.
    Garis yang terbawah (garis ketiga) adalah garis uji untuk Plasmodium falciparum.
    Bila hasil uji negative, maka hanya pada garis kendali ( control) saja yang terbentuk garis merah muda.
    Bila hasil uji untuk Plasmodium falciparum positif, maka garis kendali (kontrol) dan garis uji terbawah akan berwarna merah muda, sedangkan garis tengah tidak terlihat.
    Bila untuk Plasmodium vivax positif, maka garis kendali (kontrol) dan garis uji kedua saja yang terlihat .

     Metode Dip-Stick
Teknik dip-stick mendeteksi secara imuno-enzimatik suatu protein kaya histidine II yang spesifik parasit (immuno enzymatic detection of the parasite spesific histidine rich protein II). Tes spesifik untuk plasmodium falciparum telah dicoba pada beberapa negara, antara lain di Indonesia. Tes ini sederhana dan cepat karena dapat dilakukand alam waktu 10 menit dan dapat dilakukan secara massal. Selain itu, tes ini dapat dilakukan oleh petugas yang tidak terampil dan memerlukan sedikti latihan. Alatnya sederhana, kecil dan tidak memerlukanaliran listrik. Kelemahan tes dip-stick ini adalah :
    Hanya spesifik untuk plasmodium falciparum (untuk plasmodium vivax masih dalam tahap pengembangan)
    Tidak dapat mengukur densitas parasit (secara kuantitatif)
    Antigen yang masih beredar beberapa hari setelah parasit hilang masih memberikan reaksi positif.
    Gametosit muda (immature) bukan yang matang (mature), mungkin masih dapat dideteksi.
    Biaya tes ini cukup mahal.
Walaupun demikian tes yang sederhana dan stabil dapat digunakan untuk pemeriksaan epidemiologi dan operasional. Hasil positif palsu (false positive) yang disebabkan oleh antigen residual yang beredar dan oleh gametosit muda dalam darah biasanya ditemukan pada penderita tanpa gejala (asimptomatik). Jadi seharusnya tidak mengakibatkan over treatment sebab tes ini digunakan untuk menunjang diagnosis klinis pada penderita dengan gejala.
Prinsip pemeriksaan : imunokromatografi cairannya akan naik sepanjang kertas nitroselulosa. Pada beberapa titik dikertas selulosa diletakan antibody monoclonal terhadap antigen malaria yang spesifik sehingga pada penderita positif akan terjadi reaksi antigen antibody yang tervisualisasi dalam bentuk garis.
Prosedur :
1.    Serum diletakan di tabung ependorff kurang lebih 200 Ul.
2.    Dip-stick dimasukan ke tabung ependorff.
3.    Reaksi ditunggu hingga kira-kira 10 menit.
4.    Hasil bias dibaca.
 
Gambar 6 : dip-stick kit

     Pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR)
Diagnosis parasit berdasarkan asam nukleat menggunakan molekul DNA reporter untuk mendeteksi rangkaian DNA atau RNA spesifik  yang dimiliki parasit tertentu.  tes ini sangat spesifik dan sensitif, dapat mendeteksi hingga minimal 2 parasit, bahkan 1 parasit / µL darah.
Prinsip : menggunakan siklus termal yaitu menaikan dan menurunkan suhu secara teratur hingga didapat sekuens DNA / RNA yang diinginkan dengan menggunakan 2 primer oligonukleotida yang berbeda. Kelemahan tes ini adalah :
•    Penyediaan DNA dan RNA sangat rumit
•    Alat yang diperlukan untuk hibridisasi rumit
•    Alat untuk amplifikasi PCR dan deteksi hasil amplifikasi sangat canggih dan mahal
•    Metode ini membutuhkan waktu lebih lama (>24 jam)
•    Tidak dapat membedakan stadium aseksual dan seksual
•    Tidak dapat dilakukan pemeriksaan secara kuantitatif
Sementara keuntungan utama pada teknik PCR adalah dapat mendeteksi dan mengidentifikasi infeksi ringan dengan sangat tepat dan dapat dipercaya. Hal ini penting untuk studi epidemiolgi dan eksperimental, tetapi tidak penting untuk meningkatkan penanganan malaria tanpa komplikasi.

I.    Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Malaria
Memutus rantai penularan dengan memilih mata rantai yang paling lemah. Mata rantai tersebut adalah penderita dan nyamuk malaria. Seluruh penderita yang memiliki tanda-tanda malaria diberi pengobatan pendahuluan dengan tujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mencegah penularan selama 10 hari. Bagi penderita yang dinyatakan positif menderita malaria setelah diuji di laboratorium, akan diberi pengobatan secara sempurna. Bagi orang-orang yang akan masuk ke daerah endemis malaria seperti para calon transmigran, perlu diberi obat pencegahan.
Obat – obat antimalaria,diantaranya :
1.    Klorokuin
Klorokuin adalah bentuk sintetik 4-aminokuinolin, diproduksi dalam bentuk garam fosfat untuk pemberian secara oral. Ekskresi klorokuin melalui urin dengan mas paruh 3-5 hari, namun waktu paruh eliminasi terminal mencapai 1-2 bulan. Klorokuin bersifat skizontosida darah yang sangat efektif untuk semua jenis plasmodium pafa manusia dan gametosida terhadap P.vivax, P.ovale dan P.malariae. Mekanisme kerja klorokuin adalah menghambat polimerisasi produk sisa hemoglobin (heme) menjadi hemozoin di dalam vakuol pencernaan parasit sehingga menghilangkan toksisitas parasit karena pembentukan heme bebas.

2.    Kina dan Kuinidin
Kina mulai dipakai sebagai OAM sejak tahun 1632. Obat ini merupakan alkaloid kinkona yang dibuat dari ekstrak pohon kinkona di Amerika Selatan. Kuinidin adalah dekstrorotatori stereoisomer dari kina.

Mekanisme kerja kina sebagai OAM belum sepenuhnya dipahami, diduga menghambat detoksifikasi heme parasit dalam vakuola makanan.

3.    Proguanil
Proguanil adalah suatu biguanid yang dimetabolisme dalam tubuh (melalui enzim CYP2C19) menjadi bentuk aktif sikloguanil. Sikloguanil menghambat pembentukan asam folat dan asam nukleat, bersifat skizontosida darah yang bekera lambat, skizontosida jaringan terhadap P.falcifarum, P.vivax, P.ovale, dan sporontosida.

4.    Tetrasiklin
Tetrasiklin bersifat skizontosida darah untuk semua spesies plasmodium yang bekerja lambat, skizontosida jaringan untuk P.falcifarum.

5.    Klindamisin
Obat ini menghambat fase awal sintesis protein. Klindamisin bersifat skizontosida darah yang bekerjalambat terhadap P.falciparum dan harus diberikan dalam kombinasi dengan OAM lain seperti kina atau klorokuin.
F. Tindakan-tindakan Pencegahan:
1.    Usahakan tidur dengan kelambu, memberi kawat kasa, memakai obat nyamuk bakar, menyemprot ruang tidur, dan tindakan lain untuk mencegah nyamuk berkembang di rumah.
2.    Usaha pengobatan pencegahan secara berkala, terutama di daerah endemis malaria.
3.    Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur, semak-semak sekitar rumah, genangan air, dan kandang-kandang ternak.
4.    Memperbanyak jumlah ternak seperti sapi, kerbau, kambing, kelinci dengan menempatkan mereka di luar rumah di dekat tempat nyamuk bertelur.
5.    Memelihara ikan pada air yang tergenang, seperti kolam, sawah dan parit. Atau dengan memberi sedikit minyak pada air yang tergenang.
6.    Menanam padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara berkala
7.    Menyemprot rumah dengan DDT.

BAB III
PENUTUP
3.1    KESIMPULAN
Malaria merupakan penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah. Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam, menggigil, anemia dan splenomegali. Terdapat beberapa parasit yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu plasmodium falciparum, vivax, malaria dan ovale. Parasit ini menggunakan nyamuk sebagai hospes definitifnya, yaitu nyamuk Anopheles. Gejala klinis penyakit ini terdiri dari 3 tahap, yaitu periode dingin, periode panas dan periode berkeringat.
Penularan penyakit ini bias secara alami, yaitu melalui gigitan langsung nyamuk anopheles dan secara tidak alami yaitu secara bawaan dan secra mekanik. Diagnosanya dapat dilihat dari manifestasi klinis yaitu terjadinya demam, imunnoserologi yaitu ditemukannya antigen HRP-2, pLDH dan aldolase dan lewat pemeriksaan mikroskopik yaitu melihat morfologi sel darah merah yang terinfeksi dan melihat asam nukleat pada parasit. Malaria ini dapat menyebabkan rasa sakit, gangguan otak hingga menyebabkan kematian.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan lima metode, yaitu yang pertama menggunakan mikroskopik cahaya dengan melihat morfologi eritrosit yang terinfeksi, yang kedua menggunakan mikroskop flouresensi dengan melihat asam nukleat yang terdapat diparasit, yang ketiga dengan menggunakan metode rapid test yaitu identifikasi antigen yang terdapat pada serum sampel, yang keempat menggunakan dip-stick yaitu identifikasi antigen parasit malaria yang terdapat dalam serum sampel, yang kelima dengan menggunakan PCR yaitu dengan menggandakan sekuens DNA/RNA yang spesifik dengan menggunakan primer oligonukleotida yang spesifik pula lalu dibaca menggunakan elektroforesis.

DAFTAR PUSTAKA

    http://malariana.blogspot.com/2008/11/malaria-diagnosis.html (Diakses pada tanggal 08 April 2012
    http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/malaria.htm (Dikses pada tanggal 08 april 2012
    Depkes RI, Pedoman Ekologi dan Aspek Perilaku Vektor, Direktorat Jenderal PPM-PL, Departemen Kesehatan RI, Jakarta 2001.
    Day 1998. Nyamuk Penular Malaria, Dalam Jurnal Data dan Informasi Kesehatan, Pusdatin, Depkes RI, Jakarta 2003.
    Nugroho, Agung. 2010. Malaria Dari Molekuler ke Klinis.Jakarta : EGC

MAKALAH SISTIM EKONOMI ISLAM

15 Apr

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, berkat rahmat allah SWT, akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah Sistim Ekonomi Islam ini dengan baik kepada dosen pembimbing sebagai tugas untuk memenuhi Tugas mata kuliyah.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan sistim ekonomi islam ini, terutama kepada teman-teman dosen pengampu Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan.

Penulis menyadari bahwa sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, tentu hasil karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari saudara-saudara yang membaca dan ingin maju. Agar karya tulis ini lebih sempurna dan semoga ini berguna bagi kita semua, amin.

                                                                                                   Tembilahan,  30 April 2012

                                                                                                                   Penulis     

                                                                                                      NURJUNAIDA SARI

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………. …… i

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………….. …… ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………………. 1

BAB II SISTIM EKONOMI ISLAM

              A. Pengertian Ekonomi Islam…………………………………………………………………… 5

              B. Sejarah Tentang System Ekonomi Islam……………………………………………….. 6

              C. Karakteristik Ekonomi Islam………………………………………………………………… 6

              D. Hakekat Ekonomi Islam………………………………………………………………………. 9

              E. Konsep Ekonomi Islam ……………………………………………………………………….. 9

              F. Tujuan Ekonomi Islam…………………………………………………………………………. 10

BAB III EKONOMI ISLAM DAN EKONOMI KONVENSIONAL

 

  1. Perbedaan Ekonomi Syariah Dengan Ekonomi Konvensional………………… 13
  2. Tujuan Ekonomi…………………………………………………………………………. …… 15
  3. Permasalahan Dasar Ekonomi……………………………………………………………. 16
  4. Konsep Produksi Ekonomi Islam…………………………………………………………. 17
  5. Pengertian Hukum Permintaan Dan Penawaran Dalam Ekonomi Islam      21

BAB IV PENUTUP

  1. Kesimpulan………………………………………………………………………………………. 29
  2. Saran………………………………………………………………………………………………. 29

              Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………. 31

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. 1.      Latar Belakang

          Dunia telah mengalami polarisasi dari dua kekuatan sistem ekonomi, ditandai dengan adanya dua negara adidaya sebagai representasi dari dua sistem ekonomi tersebut, Amerika dan Sekutu Eropa Baratnya merupakan bagian kekuatan dari Sistem Ekonomi Kapitalis, sedangkan Sistem Ekonomi Sosialis diwakili oleh Uni Soviet dan Eropa Timur serta negara China dan Indochina seperti Vietnam dan Kamboja. Dua Sistem Ekonomi ini lahir dari dua muara Ideologi yang berbeda sehingga Persaingan dua Sistem Ekonomi tersebut, hakikatnya merupakan pertentangan dua ideologi politik dan pembangunan ekonomi. Posisi negara Muslim setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2 menjadi objek tarik menarik dua kekuatan ideologi tersebut, hal ini disebabkan tidak adanya Visi rekonstruksi pembangunan ekonomi yang dimiliki para pemimpin negara muslim dari sumber Islami orisinil pasca kemerdekaan sebagai akibat dari pengaruh penjajahan dan kolonialisme barat.

            Dalam perjalanannya dua Sistem Ekonomi tersebut  jatuh bangun, Sistem Kapitalis – yang berorientasi pada pasar – sempat hilang pamornya setelah terjadi Hyper Inflation di Eropa tahun 1923 dan masa resesi 1929 – 1933 di Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya. Sistem Kapitalis dianggap gagal dalam menciptakn kesejahteraan masyarakat dunia akibat dampak sistem yang di kembangkannya.[1]

Momentum ini digunakan oleh Keynesian untuk menerapkan Sistem Ekonomi Alternatif – yang telah berkembang ideologinya- dipelopori oleh Karl mark, sistem ini berupaya menghilangkan perbedaan pemodal dari kaum baruh dengan Sistem Ekonomi tersentral, dimana negara memiliki otoritas penuh dalam menjalankan roda perekonomian, tetapi dalam perjalanannya sistem ini pun tidak dapat mencarikan jalan keluar guna mensejahterakan masyarakat dunia sehingga pada akhir dasawarsa 1980-an dan awal dekade 1990-an hancurlah Sistem Ekonomi tersebut ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin dan terpecahnya Negara Uni Soviet menjadi beberapa bagian.     

            Awal tahun 1990-an dunia seakan hanya memiliki satu Sistem Ekonomi yaitu Ekonomi Orientasi Pasar dengan perangkat bunga sebagai penopang utama, negara-negara Sosialispun bergerak searah dengan trend yang ada  sehingga muncullah istilah neososialis yang sesungguhnya adalah modifikasi Sistem Sosialis dan perubahannya kearah sistem “Mekanisme Pasar”.

Tetapi walaupun modifikasi Sistem Ekonomi Pasar dan Neososialis yang dijalankan pasca Perang Dunia ke-2 menuju kearah dualisme Sistem Ekonomi, tetap belum  mampu untuk mencari solusi dari krisis dan problematika ekonomi dunia[2] diantaranya inflasi, krisis moneter Internasional,Problematika Pangan, Problematika hutang negara berkembang dll. Disaat yang sama negara-negara dunia ketiga mengalami masalah keterbelakangan dan ketertinggalan dalam seluruh aspek, penyebab utamanya adalah negara tersebut memakai model pembangunan negara barat yang tidak selalu sesuai dengan kondisi Ekonomi, Sosial dan Politik negara dunia ketiga hingga tidak akan pernah dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.[3] Bersama dengan problematik dunia tersebut, adanya suara nyaring untuk menemukan Sistem Ekonomi dunia baru yang dapat mensejahterakan masyarakat dunia atas dasar Keadilan,dan persamaan Hak.

            Pada dekade 70-an mulailah timbul sosok Ekonomi Islam dan Lembaga Keuangan Islam dalam tatanan dunia Internasional, kajian Ilmiah tentang Sistem Ekonomi Islam marak menjadi bahan diskusi kalangan akademisi diberbagai Universitas Islam, hasil kajian tersebut dalam tataran aplikatif mulai menuai hasilnya dengan didirikan Islamic Development Bank di Jeddah tahun 1975 yang diikuti dengan berdirinya bank-bank Islam dikawasan Timur Tengah. Hal ini bahkan banyak menggiring asumsi masyarakat bahwa Sistem Ekonomi Islam adalah Bank Islam, padahal Sistem Ekonomi Islam mencakup ekonomi makro, mikro, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, Fublic Finance, model pembangunan ekonomi dan instrumen-instrumennya.

            Keraguan banyak pihak tentang eksistensi Sistem Ekonomi Islam sebagai model alternatif sebuah sistem tak terelakan, pandangan beberapa pakar mengatakan Sistem Ekonomi Islam hanyalah akomodasi dari Sistem Kapitalis dan Sosialis nyaring disuarakan, tetapi hal tersebut terbantahkan baik melalui pendekatan historis dan faktual karena dalam kenyataanya, terlepas dari beberapa kesamaan dengan sistem ekonomi lainnya terdapat karakteristis khusus bagi Sistem Ekonomi Islam sebagai landasan bagi terbentuknya suatu sistem yang berorientasi terhadap kesejahteraan masyarakat.

            Sistem Ekonomi Islam tidak terlepas dari seluruh sistem ajaran Islam secara integral dan komphensif. Sehingga prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam mengacu pada saripati ajaran Islam. Kesesuaian Sistem tersebut dengan Fitrah manusia tidak ditinggalkan, keselarasan inilah sehingga tidak terjadi benturan-benturan dalam Implementasinya, kebebasan berekonomi terkendali menjadi ciri dan Prinsip Sistem Ekonomi Islam, kebebasan memiliki unsur produksi dalam menjalankan roda perekonomian merupakan bagian penting dengan tidak merugikan kepentingan kolektif. Kepentingan individu dibuka lebar, tidak adanya batasan pendapatan bagi seseorang mendorong manusia untuk aktif berkarya dengan segala potensi yang dimilikinya, kecenderungan manusia untuk terus menerus memenuhi kebutuhan pribadinya yang tak terbatas di kendalikan dengan adanya kewajiban setiap indivudu trhadap masyarakatnya, keseimbangan antara kepentingan individu dan kolektif inilah menjadi pendorong bagi bergeraknya roda perekonomian tanpa merusak Sistem Sosial yang ada.

BAB II

SISTIM EKONOMI ISLAM

  1. A.    Pengertian Ekonomi Islam

Sistem ekonomi islam adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada ajaran dan nilai-nilai islam, bersumber dari Al Quran, As-Sunnah, ijma dan qiyas. Ini telah dinyatakan dalam surat al maidah ayat (3). Sistem ekonomi islam berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis maupun sosialis, sistem ekonomi islam memiliki sifat-sifat baik dari sistem ekonomi sosialis dan kapitalis, namun terlepas dari sifat buruknya.

Ilmu ekonomi islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai islam.

Ada beberapa pengertian Ekonomi Islam dari pakar ekonom muslim dalam buku karya M.B Hendrie Anto diantaranya adalah :

v  Ekonomi Islam adalah suatu ilmu dan aplikasi petunjuk dan aturan syari’ah yang mencegah ketidak adilan dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memnuhi kebutuhan manusia dan agar dapat menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat (Hasanuzzaman, 1986; h.18)

v  Ekonomi Islam adalah tanggapan pemikir-pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada zamannnya. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al-Qur’an dan Hadist, serta alasan dan pengalaman. (Shidqi, 1992;h.69)

 B.   Sejarah Tentang System Ekonomi Islam

Dengan hancurnya komunisme dan system ekonomi sosialis pada awal tahun 90-an membuat system ekonomi kapitalis disanjung sebagai satu-satunya system ekonomi yang sahih, tetapi ternyata system ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk, karena banyak Negara miskin bertambah miskin dan Negara kaya yang jumlahnya relative sedikit semakin bertambah kaya.  Dengan kata lain kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama dinegara-negara berkembang, bahkan menurut joseph E. stiglitz (2006) kegagalan ekonomi amerika decade 90-an karena keserakahan kapitalisme ini, ketidak berhasilan secara penuh dari system-sistem ekonomi yang ada disebabkan karena masing-masing system ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing system ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya. Itulah yang menyebabkan timbulnya pemikiran baru tentang system ekonomi islam/syariah terutama dikalangan Negara-negara muslim atau Negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Negara-negara yang berpendudukkan masyarakat muslim mencoba untuk mewujudkan suatu system ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan hadits yaitu system ekonomi syariah.

C. Karaktersitik Ekonomi Islam

  1. 1.      Harta  kepunyaan Allah dan Manusia merupakan Khalifah atas harta.

a)             Semua harta baik benda maupun alat-alat produksi adalah milik Allah SWT. Seperti tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 284.

b)             Manusia adalah khalifah atas harta miliknya. Seperti tercantum dalam surat al-Hadiid ayat 7. Terdapat pula sabda Rasulullah yang juga menjelaskan bahwa segala bentuk harta yang dimiliki manusia pda hakikatnya adalah milik Allah SWT semata dan manusia diciptakan untuk menjadi khalifah “ Dunia ini hijau dan manis. Allah telah menjadikan kamu khalifah (penguasa) di dunia. Karena itu hendaklah kamu membahas cara berbuat mengenai harta di dunia ini”.

  1. 2.      Ekonomi Terikat dengan akidah, Syariah (Hukum), dan Moral

Bukti-bukti hubungan ekonomi dan moral dalam islam:

a.       Larangan terhadap pemilik dalam penggunaan hartanya yang dapat menimbulkan kerugian atas harta orang lain atau kepentingan masyarakat. Sabda Rasulullah “ Tidak boleh merugikan diri sendiri dan juga orang lain” (HR. Ahmad)

b.      Larangan melakukan penipuan dalam transaksi, ditegaskan dalam Sabda Rasulullah “Orang-orang yang menipu kita bukan termasuk golongan kita”.

c.       Larangan menimbun emas, perak atau sarana moneter lainnya sehingga dapat mencegah peredaran uang dan menghambat fungsinya dalam memperluas lapangan produksi. Hal ini sperti tercantum dalam QS 9:34.

d.      Larangan melakukan pemborosan karena dapat menghancurkan individu dalam masyarakat.

  1. 3.      Keseimbangan antara Kerohanian dan Kebendaan

Aktivitas keduniaan yang dilakukan manusia tidak boleh bertentangan atau bahkan mengorbankan kehidupan akhirat. Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk mencapai tujuan akhirat kelak. Prinsip ini jelas berbeda dengan ekonomi kapitalis maupun sosialis yang hanya bertujuan untuk kehidupan duniawi saja. Hal ini jelas ditegaskan oleh surat al-Qashash ayat 77:

 “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. “

  1. 4.      Ekonomi Islam Menciptakan Keseimbanagan Antara Kepentingan Individu dengan Kepentingan umum.

Islam tidak mengakui hak mutlak dan atau kebebasan mutlak, tetapi mempunyai batasan-batasan tertentu termasuk dalam hak milik. Hal ini tercantum dalam surat Al Hasyr ayat 7, al maa’uun ayat 1-3, serta surat al-Ma’arij ayat 24-25.

  1. 5.      Kebebasan individu dijamin dalam islam

Islam memberikan kebebasan tiap individu untuk melakukan kegiatan ekonomi namun tentu saja tidak bertentangan dengan aturan AlQuran dan AsSunnah, seperti tercantum dalam surat al Baqarah ayat 188.

  1. 6.      Negara diberi kewenangan turut campur dalam perekonomian

Dalam islam, Negara berkeawjiban melindungi kepentingan masyararakat dari keridakadilan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang taupun dai negara lain, berkewajiban memberikan kebebasan dan jaminan sosial agar seluruh masyarakat dapat hidup dengan layak. Seperi sabda Rasulullah “ Brangsiapa yang meninggalkan beban, hendaklah dia datang kepada-Ku, karena akulah maula (pelindung)nya” (Al-Mustadrak oelh Al-Hakim)

  1. 7.      Bimbingan konsumsi

Dalam hal konsumsi, islam melarang hidup berlebih-lebihan, terlalu hidup kemewahan dan bersikap angkuh. Hal ini tercermin dalam surat al-A’raaf ayat 31 seta Al-Israa ayat 16.

  1. 8.      Petunjuk investasi

Kriteria  yag sesuai daalm melakukan investasi ada 5:

  1. proyek yang baik menurut isla
  2. memberikan rezeki seluas mungkin pda masyarakat
  3. memberantas kekafiran,memperbaiki pendapatan dan kekayaan
  4. memelihara dan menumbuhkembangkan harta
  5. melindungi kepentingan anggota masyaakat.
  1. 9.      Zakat

Adalah karakteristik khusu yang tidak terdapat daalm system ekonomi lainnya manapun, penggunaannya sangat efektif guna melakukan distribusi kekayaan di masyarakat.

  1. 10.  Larangan riba

Islam sangat melarang munculnya riba (bunga) karean itu merupakan salah satu penyelaewangan uang dari bidangnya. Seperi tercermin dalam surat al-baqarah ayat 275.

  1. D.  Hakikat Ekonomi Islam

Dalam Islam hakikat ekonomi adalah untuk dapat kita merasakan bahawa segala harta benda termasuk segala hal lain yang ada hubungannya dengan ekonomi adalah kepunyaan Allah samata-mata, bukan kepunyaan kita. Kita hanya diamanahkan oleh Allah supaya kita dapat mengendalikan dengan sebaik-baiknya. Itulah hakikat ekonomi Islam. Dengan demikian ekonomi yang diwujudkan di dunia ini adalah ekonomi akhirat dengan tujuan untuk membina iman dalam diri kita. Ekonomi untuk menginsafkan kita sebagai hamba Allah.

  1. E.  Konsep Ekonomi Islam

Setiap sistem ekonomi pasti didasarkan atas ideologi yang memberikan landasan dan tujuannya, di satu pihak, dan aksioma-aksioma serta prinsip-prinsipnya, di lain pihak. Proses yang diikuti dengan seperangkat aksioma dan prinsip yang dimaksudkan untuk lebih mendekatkan tujuan sistem tersebut merupakan landasan sistem tersebut yang bisa diuji. Setiap sistem ekonomi membuat kerangka di mana suatu komunitas sosio-ekonomik dapat memanfaatkan sumber-sumber alam dan manusiawi untuk kepentingan produksi dan mendistribusikan hasil-hasil produksi ini untuk kepentingan konsumsi.

  1. F.   Tujuan Ekonomi Islam

Tujuan ekonomi Islam sangat jauh berbeza dengan sistem ekonomi lain. Islam memandang ekonomi sebagai salah satu aspek perjuangan untuk menegakkan agama Tuhan.

Tujuan-tujuan ekonomi Islam adalah seperti berikut:-

1)             Melahirkan kehidupan Islam dalam bidang ekonomi.

2)             Menjadikan kita memiliki harta yang dengannya dapat menjalankan ibadah seperti zakat.

3)             Memberikan khidmat kepada masyarakat.

4)             Untuk menghindarkan dosa bersama, sebab sebahagian daripada ekonomi itu adalah fardhu Kifayah. Ekonomi fardhu kifayah kalau tidak dibangunkan maka semua umat Islam di tempat tersebut akan jatuh berdosa.

5)             Untuk dapat berdikari sehingga tidak bergantung kepada pihak lain. Dengan demikian dapat hidup merdeka dengan tidak diatur oleh pihak lain.

6)             Untuk memenafaatkan sumber semulajadi dan hasil bumi supaya tidak membazir dan berlaku pemborosan.

7)             Menghidarkan supaya bahan-bahan mentah tidak terjatuh ke tangan orang yang derhaka kepada Tuhan yang pada akhirnya akan menyalahgunakan nikmat-nikmat itu.

8)             Membuka peluang pekerjaan kepada masyarakat dan mengatasi masalah pengganguran.

9)             Untuk mensyukuri nikmat Tuhan.

Untuk membuat kebaikan sebanyak-banyaknya kepada manusia melalui ekonomi.
Inilah tujuan ekonomi Islam. Kesepuluh perkara ini hendaklah ditanam betul-betul dalam dalam fikiran dan hati barulah boleh ekonomi Islam dilaksanakan.

BAB III

EKONOMI ISLAM DAN EKONOMI KONVENSIONAL

            Sistem ekonomi menunjuk pada satu kesatuan mekanisme dan lembaga pengambilan keputusan yang mengimplementasikan keputusan tersebut terhadap produksi, konsumsi dan distribusi pendapatan. Karena itu, sistem ekonomi merupakan sesuatu yang penting bagi perekonomian suatu negara. Sistem ekonomi terbentuk karena berbagai faktor yang kompleks, misalnya ideologi dan sistem kepercayaan, pandangan hidup, lingkungan geografi, politik, sosial budaya, dan lain-lain.

Pada saat ini terdapat berbagai macam sistem ekonomi negara-negara di dunia.Meskipun demikian secara garis besar, sistem ekonomi dapat dikelompokkan pada dua kutub, yaitu kapitalisme dan sosialisme. Sistem-sistem yang lain seperti welfare state, state capitalism, market socialisme, democratic sosialism pada dasarnya bekerja pada bingkai kapitalisme dan sosialisme. Akan tetapi, sejak runtuhnya Uni Soviet, sistem sosialisme dianggap telah tumbang bersama runtuhnya Uni Soviet tersebut.Dalam konteks tulisan ini, maksud ekonomi konvensional adalah sistem ekonomi kapitalisme yang hingga kini masih menjadi sistem ekonomi kuat di dunia.

  1. A.   PERBEDAAN EKONOMI SYARIAH DENGAN EKONOMI KONVENSIONAL

 

  1. 1.      Ekonomi Syariah                                                                                                                         

Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai adalah ulah sistem ekonomi konvensional, yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen provitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah, dengan instrumen provitnya, yaitu sistem bagi hasil.

Sebenarnya Ekonomi Islam adalah satu sistem yang mencerminkan fitrah dan ciri khasnya sekaligus.Dengan fitrahnya ekonomi Islam merupakan satu sistem yang dapat mewujudkan keadilan ekonomi bagi seluruh umat. Sedangkan dengan ciri khasnya, ekonomi Islam dapat menunjukkan jati dirinya  dengan segala kelebihannya, pada setiap sistem yang dimilikinya.

  1. 2.      Ekonomi Konvensional

Sistem ekonomi konvensional atau juga dikenal dengan sistem ekonomi kapitalis diawali dengan terbitnya buku The Wealth of Nation karangan Adam Smith pada tahun 1776.Pemikiran Adam Smith memberikan inspirasi dan pengaruh besar terhadap pemikiran para ekonom sesudahnya dan juga pengambil kebijakan negara.

Lahirnya sistem ekonomi kapitalis, sebenarnya merupakan perkembangan lebih lanjut dari perkembangan pemikiran dan perekonomian benua Eropa pada masa sebelumnya.Pada suatu masa, di Benua Eropa pernah ada suatu zaman dimana tidak ada pengakuan terhadap hak milik manusia, melainkan yang ada hanyalah milik Tuhan yang harus dipersembahkan kepada pemimpin agama sebagai wakil mutlak dari Tuhan.Pada zaman tersebut yang kemudian terkenal dengan sistem universalisme.Sistem ini ditegakkan atas dasar keyakinan kaum agama “semua datang dari Tuhan, milik Tuhan dan harus dipulangkan kepada Tuhan”.

  1. 3.      Ciri Khas Ekonomi Syariah

     Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur’an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan -alasan yang sangat tepat, Al Qur’an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

1.         Kesatuan (unity)

2.         Keseimbangan (equilibrium)

3.         Kebebasan (free will)

4.         Tanggungjawab (responsibility)

  1. 4.      Ciri  Khas  Ekonomi Konvensional

Dalam dunia nyata, kapitalisme tidak memiliki bentuk yang tunggal.Ia memiliki ragam yang tidak selalu sama di antara Negara -negara yang menerapkannya, dan ia seringkali berubah-ubah dari waktu ke waktu. Hal ini paling tidak disebabkan oleh dua hal, ada banyak ragam pendapat dari para pemikir, definisi kapitalisme selalu berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi dan modifikasi ini telah berlangsung berabad  – abad.

  1. B.  TUJUAN EKONOMI

 

  1. 1.      Ekonomi Islam

Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah).

Tujuan ekonomi Islam dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kesejahteraan ekonomi adalah tujuan ekonomi yang terpenting. Kesejahteraan ini mencakup kesejahteraan individu,  masyarakat dan negara.
  2. Tercukupinya kebutuhan dasar manusia, meliputi makan, minum, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, keamanan serta sistem negara yang menjamin ter laksananya kecukupan kebutuhan dasar secara adil.
  3. Penggunaan sumber daya secara optimal, efisien, efektif, hemat dan tidak membazir.
  4. Distribusi harta,kekayaan,pendapatan dan hasil pembangunan secara adil dan merata
  5. Menjamin kebebasan individu. Kesamaman hak, peluang dan keadilan.
  1. 2.      Ekonomi Konvensional

Ekonomi konvensional sangat memegang teguh asumsi bahwa tindakan individu adalah rasional. Rasionality assumption dalam ekonomi menurut Roger LeRoy Miller adalah individuals do not intentionally make decisions that would leave them worse off.Ini berarti bahwa rasionaliti didefinisikan sebagai tindakan manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya yaitu memaksimumkan kepuasan atau keuntungan senantiasa berdasarkan pada keperluan (need) dan keinginan-keinginan (want) yang digerakkan oleh akal yang sehat dan tidak akan bertindak secara sengaja membuat keputusan yang bisa merugikan kepuasan atau keuntungan mereka.

  1. C.  PERMASALAHAN DASAR EKONOMI

 

Tuhan menciptakan alam dan seisinya untuk manusia, untuk kesejahteraan manusia. Lalu setelah itu apa yang harus dilakukan manusia. Tentu manusia sepantasnya taat kepada Tuhan, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.Sebuah kalimat yang mudah diucapkan, namun mudah-mudahan dapat dilaksanakan secara istiqomah.Kembali pada kebutuhan.Keingingan untuk memenuhi kebutuhan hidup merupakan naluri setiap makhluk yang hidup di bumi.Kebutuhan dan keinginan merupakan suatu hal yang mirip.Kebutuhan tidak bisa ditinggalkan sedangkan keinginan bisa di tunda.

  1. D.  Konsep Produksi Dalam Ekonomi Islam

 

  1. 1.      Definisi Dan Perilaku Produksi

Produksi merupakan proses untuk menghasilkan suatu barang dan jasa, atau proses peningkatan utility (nilai) suatu benda. Dalam istilah ekonomi, produksi merupakan suatu proses (siklus) kegiatan-kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi (amal/kerja, modal, tanah) dalam waktu tertentu.

Beberapa nilai yang dapat dijadikan sandaran oleh produsen sebagai motivasi dalam melakukan produksi, yaitu:

  • Profit sebagai target utama dalam produksi, namun dalam system ekonomi islam perolehan secara halal dan adil dalam profit merupakan motifasi utama dalam berproduksi.
  • Produsen harus memperhatikan dampak social (social return) sebagai akibat atas proses produksi yang dilakukan. Dampak negative dari proses produksi yang berimbas pada masyarakat  dan lingkungan, seperti limbah produksi, pencemaran lingkungan, kebisingan, maupun gangguan lainnya. Produsen muslim tidak akan memproduksi barang dan jasa yang bersifat tersier dan skunder selama kebutuhan primer masyarkat terhadap barang dan jasa belum terpenuhi.
  • Produsen harus memperhatikan nilai-nilai spiritualisme, dimana nilai tersebut harus dijadikan sebagai penyeimbang dalam melakukan produksi. Dalam menetapkan harga barang dan jasa harus berdasarkan nilai-nilai keadilan. Upah yang diberikan kepada karyawan harus mencerminkan daya dan upaya yang telah dilakukan oleh karyawan, sehingga tidak terdapat pihak yang tereksploitasi. 

Berbagai usaha yang dipandang dari sudut ekonomi mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencari keuntungan maksimum dengan jalan mengatur penggunaan faktor-faktor produksi seefisien mungkin, sehingga usaha untuk memaksimumkan keuntungan dapat dicapai dengan cara yang paling efisien. Dalam prakteknya bagi setiap perusahaan pemaksimuman keuntungan belum tentu merupakan satu-satunya tujuan. Seorang pengusaha muslim terikat dengan beberapa aspek dalam melakukan produksi, antara lain:

  • Berproduksi merupakan ibadah, sehingga seorang muslim berproduksi sama artinya dengan mengaktualisasikan keberadaan Allah SWT yang telah diberikan kepada manusia.
  • Faktor produksi yang digunakan untuk menyelenggarakan proses produksi sifatnya tidak terbatas, manusia perlu berusaha mengoptimalkan segala kemampuannya yang telah diberikan Allah SWT. Seorang muslim tidak akan kecil hati bahwa Allah tidak akan memberikan rezeki kepadanya.
  • Seorang muslim yakin bahwa apapun yang diusahakannya sesuai dengan ajaran Islam tidak akan membuat hidupnya kesulitan.
  • Berproduksi bukan semata-mata karena keuntungan yang diperolehnya tetapi uga seberapa penting manfaat dari keuntungan tersebut untuk kemaslahatan umum. Dalam konsep islam harta adalah titipan Allah yang dipercayakan untuk diberikan kepada orang-orang yang tertentu, harta bagi seorang muslim bermakna amanah.
  • Seorang muslim menghindari praktek produksi yang mengandung unsur haram atau riba, pasar gelap dan spekulasi

            Dalam usahanya untuk meproduksi barang-barang yang diperlukan masyarakat dan memperoleh keuntungan maksimum dari usaha tersebut. Masalah pokok yang harus dipecahkan oleh produsen adalah bagaimana komposisi dari faktor-faktor produksi yang digunakan, dan untuk masing-masing faktor produksi tersebut berapakah jumlah yang akan digunakan. Di dalam memcahkan persoalan ini ada dua aspek yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Komposisi faktor produksi yang bagaimana bagi seorang muslim untuk menciptakan tingkat produksi yang tinggi? atau
  • Komposisi faktor produksi yang bagaimana seorang muslim untuk meminimumkan biaya produksi yang dikeluarkan untuk mencapai suatu tingkat produksi tertentu?

            Di dalam memikirkan aspek yang kedua, sebagai seorang muslim harus memperhatikan:

  • Besarnya pembayaran kepada faktor produksi tambahan yang akan digunakan dan
  • Besarnya pertambahan hasil penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi yang ditambah tersebut.
  1. 2.      Faktor Produksi

Di kalangan para ekonomi Muslim, belum ada kesepakatan tentang faktor-faktor produksi, karena terdapat perbedaan pendapat dari para ulama. Menurut Al-Maududi dan Abu-Su’ud, faktor produksi terdiri atas amal/kerja (labor), tanah (land), dan modal (capital). Uraian ini berbeda dengan M.A. Mannan yang menyatakan bahwa faktor produksi hanya berupa amal/kerja dan tanah. Menurutnya capital (modal) bukanlah merupakan faktor produksi yang independen, karena capital (modal) bukanlah merupakan faktor dasar. Menerut An-Najjar, faktor produksi hanya terdiri dari dua elemen, yaitu amal (labor) dan capital. Abu Sulaiman menyatakan, amal bukanlah merupakan faktor produksi. Dalam syariah islam, dasar hukum transaksi (muamalah) adalah ibahah (diperbolehkan) sepanjang tidak ditemukannya larangan dalam nash atau dalil.

  1. a.      Amal/Kerja (Labor)
  2. b.      Bumi/Tanah (Land)
  3. c.       Modal (Capital)
    1. a.      Perilaku Produsen

           

Di dalam memproduksi output produsen dapat menggunakan faktor- faktor atau variabel yang mempengaruhinya. Dalam memproduksi output dapat digunakan hanya satu variabel, namun juga dapat dilakukan dengan lebih dari satu variabel.

  1. b.      Mekanisme Produksi Islami

            Perbedaan ekonomi islam dengan ekonomi konvensional adalah pada filosofi ekonomi yang dianutnya dan bukan pada ilmu ekonominya. Filosofi ekonomi memberikan ruh pemikiran dengan nilai- nilai islam dan batasan- batasan syari’ah.

            Gambaran mekanisme produksi islami dapat dilakukan dengan menggunakan analisis kuva atau garis. Gambaran mekanisme produksi adalah menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diproduksi dan biaya yang dikeluarkan.

  1. a.      Kurva Biaya (Cost)
  2. b.      Kurva Penerimaan (Revenue)

 

  1. c.       Dampak Produksi Bagi Seorang Muslim
  2. Berproduksi merupakan bagian dari sikap syukur atas nikmat Allah SWT. Anugerah yang diberikan Allah adalah untuk keharmonisan dalam hidup dan kehidupan ini yang mampu menjadikan suasan lebih kondusif dalam melakukan usaha. Ada bebrapa dampak yang timbul bila seorang muslim melakukan usaha sesuai dengan ajaran Islam, yaitu:
  3. Menimbulkan sikap syukur yang timbul atas kesadaran bahwa apa pun yang ia temui bisa dimanfaatkan sebagai input produksi.
  4. Ajaran Islam menjadikan manusia untuk tidak mudah putus asa dalm produksi karena suatu alasan tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya sehingga produksi dalam Islam akan mendorong seorang muslim untuk melakukan usaha yang lebih kreatif.
  5. Seorang muslim akan menjauhi praktek produksi yang merugikan orang lain atau kepentingan-kepentingan sesaat, contohnya riba.
  6. Keuntungan dikenakan didasarkan atas keuntungan yang tidak merugikan konsumen maupun produsen lain. 
  1. E.  Pengertian Hukum Permintaan Dan Penawaran Dalam Ekonomi Islam

 

  1. 1.      Permintaan

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

     Konsep permintaan dalam Islam menilai suatu komoditi tidak semuanya bisa untuk dikonsumsi maupun digunakan, dibedakan antara yang halal maupun yang haram. Allah telah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 87, 88 :

                    

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

  1. 2.      Penawaran

Penawaran (supply), dalam ilmu ekonomi, adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu। Penawaran (Supply). Jadi Penawaran dapat didedinisikan yaitu banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjua lpada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.

Dalam ekonomi Islam diketahui bahwa ada 4 hal yang dilarang dalam menjalankan aktivitas ekonomi, yaitu : mafsadah, gharar, maisir, dan transaksi riba. Mafsadah, gharar dan maisir sebagai tindakan yang menyebabkan kerusakan (negative externalities) sebagai akibat yang melekat dari suatu aktivitas produksi yang hanya memperhatikan keuntungan semata, walaupun sudah dikemukakan, namun tidak tercerminkan dengan baik di dalam konsep dan model dalam ekonomi Islam, sehingga sisi ini akan mendapat perhatian lebih banyak.

     3. Hukum Permintaan Dan Penawaran

 

      – Permintaan

Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.

–          Penawaran

Hukum penawaran menerangkan apabila harga sesuatu barang meningkat, kuantitas barang ditawar akan meningkat dan apabila harga sesuatu barang menurun, kuantitas barang yang ditawar akan menurun (Ceteris paribus yaitu berlaku dengan adanya persyaratan tertentu atau berlaku bila keadaan lainnya tidak berubah).

  1. 3.      Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

– Faktor Yang Mepengaruhi Permintaan

1.      Perilaku konsumen / selera konsumen , Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno

2.      Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

3.      Pendapatan/penghasilan konsumen,Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

4.      Perkiraan harga di masa depan, Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

5.      Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen, Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

      – Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran

Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain: harga barang, tingkat teknologi, jumlah produsen di pasar, harga bahan baku, serta harapan, spekulasi, atau perkiraan. Dalam aktivitas perekonomian distribusi ada dua, yaitu: distribusi pendapatan dan distribusi kekayaaan, baik yang sifatnya melalui kegiatan-kegiatan ekonomi maupun yang bersifat sosial.

Muhammad Anas Zarqa mengungkapkan ada beberapa faktor yang menjadi dasar distribusi, yaitu tukar menukar (exchange), kebutuhan (need), kekuasaan (power), sistem sosial (social system), dan nilai etika (ethical values). Sangat penting memelihara distribusi agar tercipta sebuah perekonomian yang dinamis, adil dan produktif. Contoh yang sangat jelas dari urgensi distribusi dalam islam adalah eksistensinya mekanisme zakat dalam ekonomi.

  1. 4.       Konsep Distribusi Pendapatan Dalam Islam

Fungsi distribusi dalam aktivitas ekonomi pada hakikatnya mempertemukan kepentingan konsumen dan produsen dengan tujuan kemaslahatan ummat. Ketika konsumen dan produsen memiliki motif utama yakni memenuhi kebutuhan maka distribusi melayani kepentingan ini dan memperlancar segala usaha menuju ke arah motif dan tujuan ini. Dalam Islam penjaminan kelancaran distribusi ini sudah disistemkan melalui prinsip-prinsip atau ketentuan-ketentuan syariah, misalnya kewajiban menjalankan mekanisme zakat dan mekanisme jual beli yang diatur oleh syariah.

1. Distribusi Pendapatan Dalam Islam

Konsep islam menjamin sebuah distribusi pendapatan yang memuat nilai-nilai insani, karena dalam konsep Islam distribusi pendapatan meliputi:

1. Kedudukan manusia yang berbeda antara satu dengan yang lain merupakan kehendak Allah. Allah berfirman:
“ Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya amat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi maha penyayang” (QS.Al-An’aam:165).

2. Pemilikan harta pada hanya beberapa orang dalam suatu masyarakat akan menimbulkan ketidakseimbangan hidup dan preseden buruk bagi kehidupan.Allah berfirman:

“ Dan orang-orang yang zalim itu hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada diri mereka dan mereka adalah orang-orang yang berdosa” (QS.Huud:116).

3. Pemerintah dan masyarakat mempunyai peran penting untuk mendistribusikan kekayaan kepada masyarakat. Allah berfirman:                                                     

“ Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang meminta bagian” (QS. Adz-Dzariyaat: 19).

4. Islam menganjurkan untuk membagikan harta lewat zakat, sedekah, infaq dan lainnya guna menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial. Allah berfirman                    

2. Dampak Distribusi Pendapatan Dalam Islam

  1. Dalam konsep Islam perilaku distribusi pendapatan masyarakat merupakan bagian dari bentuk proses kesadaran masyarakat dalam mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karena itu, distribusi dalam Islam akan menciptakan kehidupan yang saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lain, karena antara satu dengan yang lain tidak akan sempurna eksistensinya sebagai manusia jika tidak ada yang lain.
  1. Dalam Islam distribusi tidak hanya didasarkan optimalisasi dampak barang tersebut terhadap kemampuan orang tetapi pengaruh barang tersebut terhadap prilaku masyarakat yang mengkonsumsinya.
  1. Negara bertanggung jawab terhadap mekanisme distribusi dengan mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan kelompok, atau golongan apalagi perorangan.
  1. Negara mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas publik yang berhubungan dengan masalah optimalisasi distribusi pendapatan, seperti: sekolah, rumah sakit, lapangan kerja, dll. Sarana tersebut sebagai bentuk soft distribution yang digunakan untuk mengoptimalkan sumber daya yang berkaitan.
  1. 5.      Distribusi Kekayaan

Kekayaan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang bernilai ekonomi (berupa uang, barang atau hak cipta yang bersifat abstrak) yang dimiliki oleh seseorang, baik yang bersumber dari pendapatannya maupun simpanannya (harta).

BAB IV

PENUTUP

 

1. Simpulan

          Sistem ekonomi Islam tidak sama dengan sistem-sistem ekonomi yang lain. Ia berbeda dengan sistem ekonomi yang lain. Ia bukan dari hasil ciptaan akal manusia seperti sistem kapitalis dan komunis. Ia adalah berpandukan wahyu dari Allah SWT.

Sistem ciptaan akal manusia ini hanya mengambil kira perkara-perkara lahiriah semata-mata tanpa menitikberatkan soal hati, roh dan jiwa manusia. Hasilnya, matlamat lahiriah itu sendiri tidak tercapai dan manusia menderita dan tersiksa kerananya. Berlaku penindasan, tekanan dan ketidakadilan. Yang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertambah miskin. Ekonomi Islam pula.sangat berbeda.

2. Saran

          Sistem Ekonomi Islam merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan Sistem Ekonomi Islam bukan untuk menyaingi sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidup manusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagai nilai ekonomi tertinggi. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi, seluruh umat yang ada di muka bumi. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memnuhi kebutuhan hidup secara limpah ruah di dunia,tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan sebagai bekal di akhirat nanti.jadi harus ada keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan di dunia maupun di akhirat nanti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Chapra, M. Umer. The Future of Economics: An Islamic Perspective, terj. Jakarta: SEBI, 2001
  2. Departemen Agama RI. Islam untuk Disiplin Ilmu Ekonomi. Jakarta: Departemen Agama RI, 2002
  3. Karim, Adiwaraman, Ir., SE, MA. Ekonomi Mikro Islami Ed. II. Jakarta: IIIT Indonesia, 2003
  4. Nasution, Mustafa E. Beberapa Pemikiran tentang Keuangan Publik Islam. Jurnal Mini Economica Edisi 34 thn. 2004
  5. Pindyck, Robert S. dan Daniel L. Rubinfeld. Microeconomics 5th Ed. New Jersey: Prentice-Hall Inc., 2001

 

 


[1] Mengakibatkan jutaan pekerja menganggur, pailit bank-bank didunia, terhentinya Sektor Produksi   dan terjadi depredsi ekonomi dunia

[2] M. Sulthon Abu Ali  “Problematik Ekonomi Dunia Modern dan Solusi Islam”. Malik Abdul Aziz Universitas Jeddah 1401 H.

[3] Michael P. Todaro, Economic Development In The Third World, long man, London, 1977 PP 5-15.

PENGERTIAN PENGGUNAAN AKTIVA TETAP

15 Apr

Oleh : Oliver Fr. Tambunan

       Aktiva tetap adalah dapat di hentikan penggunaannya dengan membuang, menjual, atau menukarnya pada umumnya, pada waktu aktiva dilepaskan, penyusutan atau amortisasi yang belum dicatat untuk periode bersangkutan dicatat sampai tanggal pelepasan. Dengan demikian nilai buku pada tanggal pelepasan atau penghentian penggunaan dapat dihitung sebagai selisih antara harga perolehan aktiva itu dan akumulasi penyusutannya.

       Jika harga pelepasan lebih besar dari pada nilai buku, diakui keuntungan. Sebaliknya, jika harga pelepasan lebih kecil dari pada nilai buku, diakui kerugian. Keuntungan atau kerugian dilaporkan pada penghitungan rugi laba sebagai “ pendapatan dan keuntungan nilai-nilai” atau “ beban dan kerugian lain-lain” pada tahun pelepasa aktiva. Sebagai bagian ayat pelepasan, saldo dalam perkiraan aktiva dan akumulasi penyusutan untuk aktiva tersebut dihapuskan. Dalam hal ini, proses penghentian penggunaan aktiva tetap dapat dilakukan hal-hal berikut :

  1. 1.      Pembuangan Aktiva Tetap

 

Apabila aktiva tetap tidak berguna lagi bagi perusahaan serta tidak memiliki nilai jual, maka aktiva tersebut dapat dibuang. Jika aktiva tetap itu belum disusutkan secara penuh, maka harus terlebih dahulu dilakukan pencatatan penyusustan sebelum aktiva tersebut dibuang dan dihapus dari akuntansi perusahaan. Dalam hal ini, tidak akan timbul keuntungan ataupun kerugian yang harus diakui dalam catatan akuntansi karena aktiva tetap telah disusutkan secara penuh dan tidak memiliki nilai sisa ( Salvage Value ).

Sebagai ilustrasi, misalnya suatu jenis mesin yang diperoleh dengan harga Rp. 3.000.000,- dan telah disusutkan secara penuh pada akhir periode. Pada awal Februari, mesin tersebut dibuang. Ayat jurnal untuk mencatat aktiva tetap ini adalah ( Hadibroto, 2000 ) :

     Ak. Penyusutan – Mesin                                                    Rp 3.000.000,-

               Mesin                                                                                   Rp 3.000.000,-

 

 

  1. 2.      Penjualan

 

       Apabila suatu aktiva tetap tidak digunakan lagi oleh perusahaan, tetapi masih memiliki nilai sisa, maka aktiva tersebut dapat dijual. Penjualan aktiva tetap ini dapat menimbulkan keuntungan jika dijual diatas nilai sisanya, jika hasil dari penjualan aktiva tetap adalah dalam bentuk kas atau piutang ( Aktiva Moneter ), maka pencatatan transaksi tersebut harus mengikuti urutan yang telah diatur.

       Sebagai ilustrasi, misalnya bahwa sebuah mesin yang diperoleh dengan harga Rp. 3.500.000,- disusutkan dengan metode garis lurus sebesar 20% setiap tahunnya. Mesin tersebut dijual secara tunai pada akhir tahun keempat pemakaiaannya. Saldo akumulasi penyusutan pada saat penjualan tersebut terjadi adalah Rp 2.800.000,- nilai buku mesin tersebut adalah Rp 700.000,-. Maka ayat jurnal untuk mencatat penghentian penggunaan mesin tersebut dalam berbagai kondisi adalah ( Smith, dkk, 2005 : 250 ) :

  1. Jika penjualan seharga dengan nilai buku Rp 700.000,-

Kas                                                                  Rp 700.000,-

Ak. Penyusutan – mesin                                       Rp 2.800.000,-

                        Mesin                                                              Rp 3.500.000,-

  1. Jika penjualan dibawah nilai buku Rp 500.000,-

Kas                                                                  Rp 500.000,-

Ak. Penyusun mesin                                             Rp 2.800.000,-

Kerugian penjualan aktiva                                           Rp 200.000,-

                        Mesin                                                                          Rp 3.500.000,-

  1. Jika penjualan diatas nilai buku Rp 800.000,-

Kas                                                             Rp 800.000,-

Ak. Penyusutan – mesin                                  Rp 2.500.000,-

                   Mesin                                                              Rp 3.5000.000,-

                   Keuntungan                                                         Rp 100.000,-

 

  1. 3.      Pertukaran Dengan Aktiva Nonmoneter Lainnya

 

      Sering terjadi bahwa aktiva lama ditukar dengan aktiva baru dengan mempertimbangkan harga pasar aktiva lama. Pertukaran ini dapat terjadi baik antara aktiva tetap yang sejenis ataupun aktiva tetap yang tidak sejenis. Nilai tukar tambah ( Trade-in allowance ), dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari pada nilai buku aktiva tetap lama. Saldo yang tersisa atau jumlah yang terutang atas transaksi pertukaran ini, dapat dibayar tunai atau dicatat sebagai kewajiban. Petukaran aktiva tetap seperti ini juga menimbulkan keutungan atau kerugian yang perlu diakui dalam catatan akuntansi pada saat pertukaran terjadi.

                  Apabila aktiva tetap diperoleh dari hasil petukaran dengan aktiva nonmoneter lain, maka aktiva baru yang diperoleh tersebut dicatat sebagai nilai pasar wajarnya atau nilai pasar wajar aktiva nonmoneter yang diserahkan, mana yang lebih pasti. Perlakuan ini dikenal sebagai “kasus umum” dan merupakan transaksi pertukaran yang lebih umum.

      Ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat kasus umum bagi pertukaran yang melibatkan aktiva nonmoneter sama dengan ayat jurnal yang diilustrasikan pada penghentian penggunaan aktiva melalui penjualan, kecuali bahwa yang bertambah adalah aktiva nonmoneter bukan aktiva moneter seperti ilustrasi sebelumnya. Dalam hal ini juga, sering kali pertukaran diantara aktiva nonmoneter ini melibatkan transfer kas. Hal ini terjadi karena aktiva nonmoneter dalam kebanyakan transaksi pertukaran tidak mempunyai nilai pasar yang sama atau ekuivelen.

     

  1. 4.      Konversi Terpaksa

                   Ada kalanya penghentian penggunaan aktiva tetap terjadi karena kerusakan berat akibat peristiwa-peristiwa seperti kebakaran, gempa bumi, banjir, atau pengapkiran. Penghentian pemakaian yang disebabkan oleh jenis-jenis kejadian yang tidak dapat dikendalikan seperti ini digolongan sebagai konversi terpaksa. Beberapa dari peristiwa ini merupakan resiko yang dapat diasuransikan, dan terjadi peristiwa tersebut menghasilkan ganti rugi dari perusahaan asuransi. Jika ganti rugi itu lebih besar dari pada nilai buku aktiva yang rusak, maka keuntungan harus diakui pada pembukaan. Jika ganti rugi lebih kecil dari pada nilai buku, kerugian akan dicatat.

       Jika kerugian tidak dapat diasuransikan, atau perusahaan lalai merasuransikan kekayaannya, maka nilai buku tersisa dari aktiva itu harus dicatat sebagai kerugian. Oleh karena jenis kejadian-kejadian ini tidak bisa dan jarang, maka keuntungan dan kerugian yang direalisasikan sering kali dicatat sebagai pos luar biasa. Tentu saja, jika besar kemungkinan bahwa kejadian-kejadian itu akan berulang, yaitu misalnya jika sesuatu pabrik dibangun didaerah rendah yang sering mengalami banjir, maka keuntungan atau kerugiannya dapat digolongkan sebagai pos biasa.

 

 

 

 

 

 

PENGHENTIAN AKTIVA TETAP

 

PENGHENTIAN AKTIVA TETAP

 

Berikut adalah jurnal apabila kita akan mencatat penghentian aktiva tetap.

 

  1. 1.      DIBUANG

–          Apabila sudah habis waktunya :

Akumulasi penyusutan ak. Tetap                     xxx

                         Kendaraan                                                       xxx

 

–          Apabila belum habis waktunya :

Akumulasi penyusutan ak. Tetap                     xxx

Rugi karena pembuangan                                 xxx

                         Kendaraan                                                       xxx

 

  1. DIJUAL ( menimbulkan perubahan kas )

–          Apabila rugi :

Kas                                                                  xxx

Akm. Penyusutan                                            xxx

Rugi penjualan                                                xxx

                        Kendaraan                                                       xxx

 

–          Apabila laba :

Kas                                                                   xxx

Akm. Penyusutan                                             xxx

                         laba penjualan                                                 xxx

                         Kendaraan                                                       xxx

 

–          Perhitungan :                harga perolehan kendaraan     xxx

                                                 Akumulasi penyusutan            xxx

                                                             Nilai buku                               xxx

                                                             Harga jual                                (xxx)

 

 

 

  1. 3.      DITUKARKAN

Cara menghitung rugi/laba pertukaran :

Harga kendaraan baru                                                        xxx

Harga perolehan                                                     xxx

Akm. Penyusutan                                                   (xxx)

                               Nilai buku                                                       (xxx)

                               Selisih nilai buku                                             xxx

                               Tambahan kas                                                 xxx

 

Catatan : Apabila besar tambahan kas maka kita mengalami kerugian

 

 

Contoh soal penghentian aktiva tetap part i

 

PT. Allathanshida pada bulan Januari 2012 membeli sebuah mesin dengan Rp 7.500.000,00. Taksiran umur ekonomisnya 10 tahun, dengan nilai residu Rp 1.500.000,00.

Buatlah jurnal pada tanggal 01 Juli 2015 apabila pada tanggal tersebut mesin dihentikan pemakaiannya, kemudian perusahaan melakukan kegiatan sebagai berikut :

  1. Dijual tunai sebesar Rp 5.000.000,00.
  2. Dijual tunai sebesar Rp 5.500.000,00.
  3. Dibuang sebagai ronsokan
  4. Ditukar dengan mesin baru seharga Rp 10.000.000,00 dan tambahan uang tunai Rp 4.000.000,00
  5. Ditukar dengan mesin baru yang tidak sejenis dengan harga Rp 11.000.000,00 dan tambahan uang tunai Rp 5.000.000,00

 

 

Jawab :

Beban penyusutan = Rp 7.500.000 – Rp 1.500.000,00

                                                                    10

 

                                           = Rp 600.000,00 / tahun

01/01 2012 – 01/07 2015 = 31 / 2 tahun

Jadi akumulasi penyusutan

3,5 tahun x Rp 600.000,00 = Rp 2.100.000,00

 

  1. Perhitungan :

Harga perolehan                           Rp 7.500.000

Akm. Penyusutan             (Rp 2.100.000,00)

Nilai buku                        Rp 5.400.000,00

Dijual                               (Rp 5.000.000,00)

Rugi penjualan                             Rp 400.000,00

Jurnalnya :

Kas                                               Rp 5.000.000,00

Akm. Penyusutan mesin                          Rp 2.100.000,00

Rugi penjualan                                         Rp 400.000,00

                             Mesin                                                                          Rp 7.500.000,00

 

  1. Perhitungan :

Harga perolehan                           Rp 7.500.000

Akm. Penyusutan             (Rp 2.100.000,00)

Nilai buku                        Rp 5.400.000,00

                    Dijual                                      (Rp 5.500.000,00)

Laba penjualan                                         Rp 100.000,00

Jurnalnya :

Kas                                               Rp 5.500.000,00

Akm. Penyusutan mesin                          Rp 2.100.000,00

Laba penjualan                                                     Rp 400.000,00

                             Mesin                                                                          Rp 7.500.000,00

 

  1. perhitungan :

Harga perolehan                           Rp 7.500.000

Akm. Penyusutan                         (Rp 2.100.000,00)

Rugi karena dibuang                                Rp 5.400.000,00

Jurnalnya :

Akm. Penyusutan mesin                          Rp 2.100.000,00

Rugi karena dibuang                                            Rp 5.400.000,00

                             Mesin                                                                          Rp 7.500.000,00

 

 

 

 

RESENSI NOVEL

12 Apr

Unsure Instrinsik Dan Ekstrinsik

Novel “KANGEN”

Karya Fahri Asriza

 

  1. Tema        : Petualangan Syakira
  2. Alur/plot   : Novel ini  menggunakan alur gabungan ( maju-mundur), karena jalinan ceritanya yang memadukan antara alur mundur yang ceritanya diawali dengan :
  • Klimaks cerita / puncak ketegangan
  • Perkenalan / pengantar / pendahuluan
  • Penampilan masalah
  • Penurunan / peleraian masalah
  • Penyelesaian

 

 3.    Latar / Setting

Tempat :

1. Bagian 1

  1. Kamar kos ( p : 1, hal : 8 )
  2. Bandung ( p : 3, hal : 8 )
  3. Surabaya ( P : 3, hal : 8 )
  4. Cibaduyut ( p : 5, hal : 9 )
  5. Dalam mobil ( p : 9, hal : 10 )
  6. Jakarta ( P : 16, hal : 11 )
  7. Diluar rumah ( pag : 19, hal : 13 )
  8. Dikelas ( p : 29, hal : 14 )
  9. Kantin sekolah ( p : 30, hal : 15 )
  10. Belakang sekolah ( p : 34, hal : 16 )
  11. Koridor sekolah ( P : 48, hal : 21 )
  12. Depan kelas ( p : 49, hal : 21 )
  13. Masjid sekolah ( p : 70, hal : 28 )

  2. Bagian 2

  1. Pintu gerbang kompleks ( p : 1, hal : 28 )
  2. Pangkalan ojek ( p : 1, hal : 34 )
  3. Dirumah syakila ( p : 2, hal : 35 )
  4. Warung bakso ( p : 2, hal : 35 )
  5. Kelas sebelah ( p : 18, hal : 40 )
  6. Rumah sekait ( p : 25, hal : 43 )

              3. Bagian 3

  1. Ruang tamu ( p : 1, hal : 46 )

              4.  Bagian  4

  1. Toko  faradia ( toko busana muslimah ) ( P : 4, hal : 56 )
  2. Pasar bendungan hilir ( p : 6, hal : 57 )
  3. Kontrakan ninung ( P : 8, hal : 58 )
  4. Toko buku ( p : 9, hal : 58 )
  5. Bengkel ( p : 9, hal : 59 )
  6. Di jalan menuju kompleks dirumah Syakila ( p : 18, hal : 64 )
  7. Di depan pintu kompleks ( p : 29, hal : 64 )
  8. bioskop ( p : 33, hal : 66 )

              5. Bagian 5

  1. Kantor ( p : 2, hal : 71 )
  2. Dapur ( p : 7, hal : 72 )

              6. Bagian 6

  1. Ruangan kepala sekolah ( p : 38, hal : 94 )
  2. kantor polisi ( p : 43, hal : 36 )
  3. wartel ( p : 57, hal : 114 )

 

              7. Bagian 7

  1. Disampung sekolah ( p : 26, hal : 114 )

              8. Bagian 8

  1. Lereng gunung slamet ( p : 20, hal : 123 )
  2. Ruang tata usaha ( p : 25, hal : 124 )
  3. Tegal ( p : 19, hal : 131 )
  4. Belanda ( p : 19, hal : 132)
  5. Prancis ( p : 19, hal : 132 )
  6. Bogor ( p : 19, hal : 132 )

              9. bagian 11

  1. Markas ( p : 12, hal : 158 )

              10. Bagian 12

  1. Dibawah sebuah pohon rindang ( p : 1, hal : 160 )
  2. Dijalan arumdani ( p : 10, hal : 162 )
  3. Gambir ( p : 14, hal : 167 )

              11. Bagian 13

  1. Pondok indah mall ( p : 27, hal : 179 )
  2. Di pertigaan lebak bulus ( p : 27, hal : 179 )
  3. Jalan arteri ( p : 27, hal : 179 )
  4. Cilandak ( p : 27, hal : 179 )

 

 

 

Waktu :

              1. Bagian 1

  1. Dua hari kemudian ( p : 5, hal : 9 ) dan ( p : 16, hal : 11 )
  2. Pada jam istirahat ( p : 30, hal : 15 )
  3. Sebulan kemudian ( p : 32, hal : 16 )
  4. Tadi pagi ( P : 26, hal : 17 ( dan ( p : 67, hal : 17 ) dan ( P : 67, hal : 27 )
  5. Kemarin ( p : 55, hal : 22 )
  6. Pulang sekolah ( p : 57, hal : 23 )
  7. Sejak tadi ( p : 57, hal : 23 )
  8. Saat bel tanda pelajaran berakhir ( p : 58, hal : 24 )
  9. Siang ( P : 72, hal : 28 )

              2. Bagian 2

  1. Hampir pukul dua ( p : 1, hal : 34 )
  2. Minggu ini ( p : 2, hal : 35 )
  3. Pulang sekolah ( P : 17, : hal : 40 )
  4. Lima menit yang lalu ( p : 5, hal : 43 )

              3. Bagian 3

  1. Sore ( P :2, hal : 56 )
  2. Tiga hari yang lalu ( p : 2, hal : 56 )
  3. Setahun lagi ( p : 2, hal : 56 )
  4. Sepulu menit ( p : 10, hal : 59 )
  5. Semalam ( p : 12, hal : 59 )
  6. Pukul tujuh ( p :32, hal : 56 )
  7. Dua minggu ( p : 35, hal : 66 )

              4. Bagian 5

  1. Beberapa tahun lagi ( p : 3, hal : 72 )
  2. Sebulan ( p : 4, hal : 72 )
  3. Lima menit kemudian ( p : 10, hal : 74 )

 

              5. Bagian 6

  1. Hari ini ( p : 5, hal : 185 )
  2. Tadi malam (p : 2, hal : 71 )
  3. Satu jam kemudian ( p : 41, hal : 95 )
  4. Sepuluh hari ( p : 43, hal : 96 )
  5. Sebelum pukul 3 sore ( p : 45, hal : 97 )

              6. Bagian 7

  1. Satu sampai dua jam ( p : 1, hal : 102 )
  2. Dua kali seminggu ( p : 1, hal : 102 )
  3. Lima menit ( p : 4, hal : 104 )
  4. Tadi pagi ( p : 16, hal : 109 )
  5. Dua hari kemudian ( p : 26, hal : 17 )

              7. Bagian 8

  1. Hari ini ( p : 3, hal : 116 )
  2. Pada jam istirahat ( p : 11, hal : 119 )

              8. Bagian 10

  1. Dua hari kemudian ( p : 1, hal : 138 )
  2. Malam ini ( p : 2, hal : 138 )
  3. Dua puluh menit kemudian ( p : 24, hal : 145 )
  4. Beberapa hari ini ( p : 31, hal : 148 )
  5. Pukul 3 sore ( p : 36, hal : 150 )

              9. Bagian 11

  1. Tempo hari ( P : 1, hal : 160 )

              10.  Bagian 12

  1. Tiga puluh menit ( p : 1, hal : 160 )
  2. Satu menit kemudian ( p : 2, hal : 160 )
  3. Kurang lebih 15 menit ( p : 3, hal : 160 )
  4. Empat bulan ( p : 4, hal : 161 )
  5. Dua tahun ( p : 9, hal : 162 )
  6. Malam minggu kemarin ( p : 11, hal : 165 )
  7. Sudah tiga hari ( p : 13, hal : 166 )
  8. Malam ini ( p : 13, hal : 166 )
  9. Pukul Sembilan ( p : 13, hal : 166 )
  10. Sudah hampir pukul delapan ( p :14, hal ; 167 )
  11. Lima belas menit ( p : 23, hal : 178 )

              11. Bagian 14

  1. Lima belas menit lagi ( p : 15, hal : 185 )
  2. Pukul empat sore ( p : 16, hal : 188 )
  3. Pukul setengah Sembilan malam ( p : 27, hal : 192 )
  4. Sebulan ( p : 4, hal : 205 )

              12. Bagian 16

Sekitar pukul delapan ( p : 1, hal : 220 )

 

Suasana

              1. Bagian 1

  1. Marah ( p : 3 hal 8, P : 6 hal 9, p : 12 hal 10, p : 38 hal 17, P : 63 hal 26, dan p : 60 hal 25 )
  2. Senang ( p : 36 hal 17, P : 70 hal 27, dan p : 74 hal 30 )
  3. Kesal ( p : 8 hal 10, p : 17 hal 12, p : 19 hal 12, p : 61 hal 26, dan p : 76 hal 30 )
  4. Panik ( p : 43 hal 20 )
  5. Heran ( p : 49 hal 21 )
  6. Resah ( p : 55 hal 22 )
  7. Khawatir ( p : 57 hal 23 )
  8. Tenang ( P : 62 hal 26 )
  9. Terkejut ( p : 70 hal 27 )

 

 

              2. Bagian 2

  1. Kesal ( p : 8 hal 37 dan P : 15 hal 39 )
  2. Takut ( P : 13 hal 38 )
  3. Sedih ( P : 28 hal 41 )

              3. Bagian 3

  1. Heran ( p : 4 hal 46, p : 6 hal 49, p : 36 hal 53 )

              4. Bagian 4

  1. Heran (p : 15 hal 60 dan p : 35 hal 66 )

              5. Bagian 6

  1. Resah ( p : 8 hal 85 )
  2. Tenang ( p : 8 hal 85 dan p : 42 hal 95 )
  3. Terkejut ( p : 15 hal 88 dan p : 38 hal 94 )
  4. Panik ( p : 22 hal 89 )
  5. Tegang ( p : 25 hal 89 )
  6. Sedih ( p : 32 hal 92 )
  7. Heran ( p  : 40 hal 95 )

              6. Bagian 7

  1. Tenang ( p : 1 hal 102 )
  2. Takut ( p : 1 hal 102 )
  3. Gembira ( p : 2 hal 103 )
  4. Heran ( p : 14 hal 108 )
  5. Gelisah ( p : 16 hal 109 )
  6. Gugup ( p : 26 hal 114 )

              7. Bagian 8

  1. Resah ( p : 2 hal 116 )
  2. Terkejut ( p : 11 hal 119 )

              8. Bagian 9

  1. Heran ( p : 10 hal 128, p : 13 hal 129, dan  p : 21 hal 133 )
  2. Kesal ( p : 17 hal 131 dan p : 21 hal 134 )
  3. Marah ( p : 17 hal 131 )
  4. Bingung ( p : 21 hal 134 )
  5. Tegang ( p : 21 hal 134 )

              9 Bagian 10

  1. Gembira ( p : 4 hal 138 )
  2. Heran ( p : 18 hal 143 )
  3. Tegang ( p : 23 hal 144 )
  4. Gelisah ( p : 24 hal 144 dan p : 34 hal 150 )
  5. Takut ( p : 29 hal 147 )
  6. Khawatir ( p : 31 hal 148 )

              10. Bagian 11

  1. Kecewa ( p : 7 hal 157 )
  2. Takut ( p : 2 hal 158 )
  3. Terkejut ( p : 12 hal 158 )

              11. Bagian 12

  1. Resah ( p : 4 hal 161 dan p : 10 hal 163 )
  2. Bingung ( p : 10 hal 162 dan p : 13 hal 166 )
  3. Heran ( p : 10 hal 163 dan p : 13 hal 166 )

              12. Bagian 13

  1. Menyesal ( p : 1 hal 170 )
  2. Gembira ( p : 3 hal 174 )
  3. Terkejut ( p : 22 hal 172 )
  4. Gelisah ( p : 24 hal 178 )
  5. Tegang ( p : 33 hal 180 )
  6. Takut ( p : 34 hal 180 )

              13. Bagian 14

  1. Resah dan gelisah ( p : 1 hal 184, p : 8 hal 186, dan p : 56 hal 201 )
  2. Heran ( p : 2 hal 184 dan p : 1 hal 189 )

 

              14. Bagian 15

  1. Bingung ( p : 2 hal 204 )
  2. Takut ( p : 8 hal 209 )
  3. Terkejut ( p : 24 hal 215 )

              15. Bagian 16

  1. Marah ( p : 31 hal 229 )

              16. Bagian 17

  1. Kecewa ( p : 1 hal 234 )
  2. Heran ( p : 10 hal 236 )
  3. Kesal ( p : 12 hal 237 dan P : 16 hal 239 )
  4. Sedih ( p : 16 hal 239 )

 

4.   Tokoh / Penokohan

  1. Syakila                          : Baik, penyayang, pemberani, pantang menyerah,

                                         tomboy ( Protagonist ) ( p : 17 hal 11 )

  1. Soraya                           : Baik ( Protagonist ) ( p : 23 hal 13 )
  2. Ninung                          : Baik, penyabar ( Protagonist ) ( p : 23 hal 13 )
  3. Jarnawi                         : Baik, lucu ( protagonist ) ( p : 23 hal 13 )
  4. Damar                           : Baik, sopan, dan ramah ( protagonist )

                                        ( p : 29 hal  14 )

  1. Mella                             : Baik, tapi manja dan egois ( protagonist ) ( p : 30

                                        hal 15 )

  1. Delia                             : Baik tapi egois ( protagonist ) ( p : 30 hal 15 )
  2. Tuan besar /                  : Jahat dan egois ( Antagonis ) ( p : 17 hal 12 )

Pak Kodrat                  

  1. Mas Jay                         : Baik dan suka menolong ( protagonist ) (p : 57 hal 

                                        24 )

  1. Ayah Syakila /              : baik, penyayang, tegas ( Protagonist ) ( p : 1 hal

Pak Zaid                         34 )

  1. Damsihar                      : Jahat, egois ( Antagonist ) ( p : 2 hal 204 )
  2. Faldi                             : Baik, tegas ( Protagonist ) ( P : 45 hal 20 )
  3. Yanto                            : Baik ( Protagonist ) ( p : 53 hal 22 )
  4. Pak Romihin                 : Baik ( Protagonist ) ( p : 58 hal 24 )
  5. Rida                              : Baik ( Protagonist ) ( p : 62 hal 26 )
  6. Eddo                             : Baik ( Protagonist )
  7. Greggy                          : Baik, pendiam ( Protagonist ) ( p : 18 hal 140 )
  8. Sopir Delia                    : Baik ( Protagonist ) ( p : 32 hal 16 )
  9. Seorang lai-laki             : ( Protagonist ) ( p : 3 hal 8 )

Penjual sepatu

  1.  Pak Guru                     : Baik ( Protagonist )( p : 56 hal 23 )
  2. Gufron                          : Baik ( Protagonist ) ( p : 1 hal 36 )
  3. Kepala sekolah             : Baik ( Protagonist ) ( p : 76 hal 31 )
  4. Kakak perempuan         : Baik ( Protagonist ) ( p : 65 hal 26 )

Damar

  1. Suami kakak                 : Baik ( Protagonist ) ( p : 65 hal 27 )

Perempuan Damar

  1. Orang tua Damar          : Baik, dermawan ( Protagonist )

                                        ( p : 65 hal 27 )

  1. Pak Marwan                 : Baik ( Protagonist ) ( p : 20 hal 21 )
  2. Bu Sisi                          : Baik ( Protagonist ) ( p : 25 hal 43 )
  3. Bu Titik                        : Baik ( Protagonist ) ( p : 25 hal 43 )
  4. Ayah Greggy                : Baik ( Protagonist ) ( p : 27 hal 44 )
  5. Ibu Syakila                   : Baik, penyayang ( Protagonist ) ( p : 1 hal 46 )
  6. Rida                              : Baik ( Protagonist ) ( p : 35 hal 66 )
  7. Heri Mulyono               : Baik, tegas ( Protagonist ) ( p : 7 hal 73 )
  8. Farhan                           : Baik ( Protagonist ) ( p : 24 hal 79 )
  9. Zeba                              : Baik ( Protagonist ) ( p : 24 hal 79 )
  10. Dian                              : baik ( Protagonist ) ( p : 24 hal 79 )
  11. Bu Yuary                      : Baik ( Protagonist ) ( p : 1 hal 84 )
  12. Polisi                             : Baik, tegas ( Protagonist ) ( p : 3 hal 34 )
  13. Om Seno                       : Baik ( Protagonist ) ) p : 4 hal 84 )
  14. Pak Kandar                   : Baik ( Protagonist ) ( p : 7 hal 85 )
  15. Dewi                             : Baik ( Protagonist ) ( p : 27 hal 90 )
  16. Dinda                            : Baik ( Protagonist ) ( p : 27 hal 90 )
  17. Mat Roji                       : Baik ( Protagonist ) ( p : 41 hal 95 )
  18. Mas Jalak                      : Baik ( Protagonist ) ( p : 18 hal 122 )
  19. Zeba                              : Baik ( Protagonist ) ( p : 3 hal 126 )
  20. Ayah Soraya                 : Baik ( Protagonist ) ( p : 19 hal 131 )
  21. Ibu Soraya                    : Baik ( Protagonist ) ( p : 19 hal 132 )
  22. Amila                            : Baik ( Protagonist ) ( p : 2 hal 138 )
  23. Kakek Mela                  : Baik ( Protagonist ) ( p : 16 hal 189 )
  24. Suryana                         : Baik ( Protagonist ) ( p : 10 hal 237 )

 

 

5.  Sudut Pandang           : Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga.

6.  Diksi dan Majas         :

v  Diksi :

–          Sengit ( p : 17 hal 13 )

–          Interogasi ( p : 48 hal98 )

–          Bergidik ( 38 hal 94 )

–          Atraktif ( p : 32 hal 16 )

–          Terhenyak ( p : 16 hal 88 )

–          Nelangsa ( p : 33 hal 92 )

–          Berang ( p : 11 hal 188 )

–          Cekatan ( p : 12 hal 107 )

–          Bergumam ( p : 18 hal 110 )

–          Sinyalir ( p : 6 hal 155 )

–          Bergemuruh ( p : 18 hal 161 )

–          Mencecar ( p : 12 hal 165 )

–          Gamang ( p : 15 hal 167 )

–          Gerutu ( p : 24 hal 191 )

–          Membludak ( p : 56 hal 201 )

–          Mendelik ( p : 13 hal 212 )

–          Menelikung ( p : 19 hal 213 )

–          Bersungut-sungut ( p : 12 hal 238 )

–          Cembokur ( p : 38 hal 67 )

 

v  Majas :

  1. Bagian 1
  • Paragraph 7 hal 9, majas Ironi

“Nyalinya sudah menjadi tempe “.

  • Paradraf 10 hal 10, Oksimoron

“ Wajahnya si anak muda yang tampan, bening dan tenang, tiba-tiba beringan menjadi hiu yang mencium bau darah “.

  • Paragraph 28 hal 44, majas Hiperbola

 “ Kesedihan yang mendalam, yang menyengat seluruh tubuhnya”.

  • Paragraph 22 hal 13, majas Oksimoron

“ Raut wajahnya yang menyimpan kekerasan di balik kelembutan”.

  • Paragraph 42 hal 18, majas Oksimoron

“ Damar tak kuasa menghadapi kedua wanita yang berubah menjadi singa “.

  1. Bagian 2
  • Paragraph 8 hal 37, majas asosiasi

“ Tatapannya seperti polisi yang sedang menuding maling “.

  • Paragraph 9 hal 37, majas Asosiasi

“ Kata-kata itu sebenarnya di ucapkan dengan pelan tetapi di telinganya Syakila seperti petir yang menyambar”.

  1. Bagian 3
  • Paragraph 11 hal 50, majas Metafora

“ Tawa yang pelan tetapi mampu  meluapkan lahar di dada Mella”.

  • Paragraph 26 hal 54

“ Sepasang mata itu pelan-pelan berubah dingin, cahayanya setengah memudar karena di baluri amarah sedalam lautan”.

  1. Bagian 4
  • Paragraph 10 hal 59, majas Hiperbola

 “ Rasanya sudah hamper 10 menit, dan rasanya sudah berjam-jam menunggu di sini”.

  1. Bagian 6
  • Paragraph 3 hal 84, majas HIperbola

“ Kehadiran laki-laki berseragam polisi itu mengundang banyak Tanya di penjuru kelas itu, yang langsung mengeluarkan suara seperti dengungan ribuan lebah”.

  • Paragraph 37 hal 94, majas Asosiasi

“ Sorot matanya yang selalu mengundang pesona, tiba-tiba meradang seperti harimau lapar”.

  • Paragraph 20 hal 11, majas Asosiasi

“ Damar mendesah panjang seperti membuang kegetiran yang tiba-tiba merayapinya”.

 

 

 

 

7.  Pesan / Amanat

          Memberikan kita untuk tidak sombong dengan apa yang telah Allah titipkan kepada kita, serta mengajarkan kepada kita untuk tidak di butakan oleh yang namanya cinta dan uang.

 

8.  Nilai-nilai Kehidupan

  • Paragraph 12 hal 107, Nilai religious “ apapun yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan Allah”.
  • Paragraph 55 hal 22, Nilai relegius “ Islam melarang kita berpacaran, karena di samping akan menimbulkan nafsu syahwat yang jelas-jelas mendekati zina”.
  • Paragraph 8 hal 141, Nilai social “ Alangkah baiknya jika uang untuk biaya ulang tahun yang mewah seperti ini di serahkan kepada panti asuhan, panti social atau ke mesjid-mesjid”.
  • Paragraph 6 hal 140, NIlai social “ tidak menghambur-hambur uang untuk keperluan yang tidak penting”.
  • Paragraph 30 hal 132, Nilai moral “ Belajar sopan santun itu lebih baik dari pada grasa-grusu”.
  • Paragraph 89 hal 132, Nilai moral “ Narkoba memang barang laknat yang harus di musnahkan”.

 

 

Hasil Resensi Novel

 

Syakila Sigagah Jelita

 

Judul Novel                     : KANGEN

Penulis                             : Fahri Asiza

Penerbit                           : Dari Mizah

Tahun Terbit                    : 2003

Tebal                                : 224 Halaman

Ukuran Buku                   : –

No. ISBN                        : 979-3391-64-2

 

              Novel dengan judul KANGEN ini adalah salah satu karya sastra dari Fahri Asiza yang lahir di Jakarta 6 September 1968, dengan nama Mohammad Fahri. KANGEN adalah novel fiksi remaja Islam yang simple, ringan dan dikemas dengan bahasa yang sangat meremaja.

              Novel ini penuh dengan suasana menegangkan, gadis tomboy dan sahabat-sahabatnya yang banyak mengalami halangan dan rintangan dalam menghadapi ancaman seseorang yang ingin mencelakainya.

              Di dalam novel ini tidak hanya diramaikan oleh tokoh Pratagonis, tetapi juga memunculkan tokoh-tokoh Antagonis. Karena itulah cerita dalam novel ini penuh dengan konflik walaupun belum mencapai puncak cerita.

              Latar yang di ambil bermacam-macam mulai dari sekolah, rumah, bengkel, bioskop, bahkan kantor polisi. Novel ini mengajak kit auntuk tidak di butakan dengan yang namanya cinta dan uang. Tidak hanya itu, novel yang penuh dengan pesan agama ini juga mengajarkan kita untuk tidak sombong dengan apa yang kita miliki karena semua itu adalah titipan Allah SWT. Alur ceritanya pun begitu menarik. Si pengarang mengajak kita untuk menebak-nebak dan berfikir dalam setiap detail ceritanya. Dia membuat kita menerka-nerka kisah selanjutnya dan siapa tokoh Antagonis yang meneror Syakila. Bahkan puncaknya di akhir cerita pembaca di buat terkejut dengan akhir yang tidak terduga.

              Novel ini juga tidak membuat kita bosan karena di lembar-lembar halamannya di beri ilustrasi-ilustrasi beberapa kejadian yang menambah dramatisasi kisah-kisah dalam novel tersebut.

              Tetapi, tidak ada sesuatupun yang sempurna, maka novel ini pun memiliki kelemahan yaitu sampul dan judulnya tidak mencerminkan isi cerita. Di dalam bab dua belas halaman 167 Damar bermonolog bahwa ia sangat rindu kepada Syakila. Itupun hanya di tuliskan dalam dua kalimat dan selebihnya tidak pernah lagi di singgung dalam cerita. Sehingga si pembacapun tidak mengerti maksud judul novel ini.

              Walau begitu Fahri Asiza yang juga seseorang dosen ini telah berhasil menciptakan novel penuh inspirasi dan layak di baca para remaja sekalipun. Karena kejadian-kejadian di atas dapat di contoh para remaja lain yang harus punya jiwa seperti Syakila dan para sahabatnya. Pemberani, tidak menyerah dan selalu berjuang berdasarkan keyakinan yang di miliki.

              Novel ini tidak layak untuk di baca anak-anak, karena banyak mengeluarkan kata-kata kasar seperti keparat, ( bab 4 hal 64 ), brengsek ( bab 4 hal 59 ), dan sialan ( bab 4 hal 64 ). Dan itu akan mengkhawatirkan anak-anak untuk meniru bahasa tersebut.

             

             

             

 

 

                                       

 

 

             

 

 

 

MAKALAH EKNOGRAFI BUDAYA

4 Apr

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar belakang

            Etnografi berasal dari kata ethos, yaitu bangsa atau suku bangsa dan graphein yaitu tulisan atau uraian. Etnografi adalah kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat-istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, bahasa. Bidang kajian vang sangat berdekatan dengan etnografi adalah etnologi, yaitu kajian perbandingan tentang kebudayaan dari berbagai masyarakat atau kelompok (Richards dkk.,1985).

            Istilah etnografi sebenarnya merupakan istilah antropologi, etnografi merupakan embrio dari antropologi, lahir pada tahap pertama dari perkembangannya sebelum tahun 1800 an. Etnogarafi juga merupakan hasil catatan penjelajah eropa tatkala mencari rempah-rempah ke Indonesia. Koentjaraningrat, 1989:1 : “Mereka mencatat semua fenomena menarik yang dijumpai selama perjalanannya, antara lain berisi entang adapt istiastiadat,susunan masyarakat,bahasa dan cirri-ciri fisik dari suku-suku bangsa tersebut”.

            Etnografi yang akarnya antropologi pada dasarnya merupakan kegiatan peneliti untuk memahami cara orang-orang berinteraksi dan bekerjasama melalui fenomena teramati kehidupan sehari-hari. Etnogarafi adalah pelukisan yang sistematis dan analisis suatu kebudayaan kelompok, masyarakat atau suku bangsa yang dihimpun dari lapangan dalam kurun waktu yang sama.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Penulisan Etnografi

 

            Salah satu cara terbaik untuk menulis sebuah etnografi adalah dengan membaca etnografi lain. Jika Anda membaca etnografi yang ditulis dengan baik selama proses penulisan, tulisan Anda akan membaik tanpa upaya yang Anda sadari.  Etnografer, sebagaimana penerjemah, mempunyai tugas ganda. Di satu pihak, Anda harus masuk ke dalam suasana budaya yang ingin Anda ketahui. Anda harus memasuki bahasa dan pemikiran informan Anda.

             Tugas kedua dari penerjemahan etnogarfis adalah dengan menyampaikan makna budaya yang telah Anda ketemukan kepada para pembaca yang tidak mengenai budaya atau suasana budaya itu. Etnografer harus mengembangkan keahlian menyampaikan dalam bentuk tulisan.

 

 

 

                                                               

*) Bungin, Burhan.2008. Penelitian Kualitatif, Kencana, Jakarta. Endaswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta : UGM Press.

**)Jensen, Klaus Bruhn and Nicholas W. Jankowski. 1991. A Hand Book of Methodologies For Mass Communication research. Washington: Wadworth Publishing Company.

***) Marzali, Amri.2005. Antropologi dan Pembangunan Indonesia, Kencana, Jakarta.

 

            Beberapa Tahapan dalam Penulisan Etnografi, Dalam antropologi, sebagaimana dalam ilmu-ilmu sosial lainnya, perhatian terhadap hal hal khusus ada hubungannya dengan suatu pemahaman terhadap etnografer sesuatu yang umum.

 

Tetapi, ketika prinsip ini dimasukkan seluruhnya ke dalam pelaksanaan etnografi, maka akan menciptakan parodi proses penerjemahan. Dalam penulisan sebuah etnografi sebagai sebuah penerjemahan, perhatian terhadap hal yang umum ada hubungannya dengan pemahaman mengenai hal yang khusus.

 

             Paling tidak, terdapat enam tahapan yang berbeda yang dapat diidentifikasikan dalam penulisan etnografis ketika kita bergerak dari hal umum ke hal khusus. Berikut masing-masing jenis-jenis statemen penerjemahan yang berbeda ini.

 

  • Tahap 1: Statemen-statemen Universal. Statemen-statemen ini meliputi semua statemen mengenai umat manusia, tingkah laku mereka, kebudayaan mereka atau situasi lingkungan mereka. Statemen ini adalah statemen yang mencakup semua.

 

  • Tahap 2: Statemen-statemen Deskriptif Lintas Budaya. Statemen dalam tahap abstraksi ini meliputi berbagai penegasan yang luas menurut beberapa masyarakat, tetapi tidak harus untuk semua masyarakat. Statemen ini mengatakan tentang sesuatu yang berkaitan dengan dua masyarakat manusia yang sangat besar. Statemen deskriptif semacam itu membantu untuk menyampaikan suatu pengertian tentang tempat yang sangat spesifik.

 

  • Tahap 3: Statemen Umum mengenai Suatu Masyarakat atau Kelompok Budaya.
  • Jenis statemen ini tampak spesifik, tetapi sebenarnya masih sangat umum. “Suku Kwakiult tinggal di desa-desa di sepanjang pantai” merupakan sebuah statemen umum mengenai suatu kelompok budaya.

 

  • Tahap 4: Statemen Umum mengenai Suatu Suasana Budaya yang Spesifik. Tahapan penulisa etnografi ini berisi banyak tema yang ingin disajikan oleh etnografer itu kepada pembaca.

 

  • Tahap 5: Statemen Spesifik mengenai sebuah Domain Budaya. Pada tahap ini, etnografer mulai menggunakan berbagai istilah asli informan dan berbagai kontras spesifik yang didapat informan.

 

  • Tahap 6: Statemen Insiden Spesifik. Dalam satu pengertian tahapan satu sampai lima semuanya berbeda secara tajam dengan tahap enam. Tahap enam ini mengantarkan pembaca pada tahap aktual tingkah laku dan objek, tahap pemahaman berbagai hal itu.

 

B. Langkah-Langkah Dalam Menulis Sebuah Etnografi

  • Langkah 1: Memilih khayalak. Karena khayalak akan mempengaruhi setiap aspek dalam etnografi Anda, maka memilih khalayak merupakan hal pertama yang harus dilakukan. Semua penulisan merupakan suatu tindakan komunikasi antara manusia dan dalam pengertian seperti itu menulis hampir sama dengan berbicara. Ketika berbicara dengan seseorang, banyak sekali petunjuk yang mengingatkan kita bahwa khalayak kita ada.

 

  • Langkah 2: Memilih tesis. Dalam upaya untuk berkomunikasi dengan khalayak Anda perlu mempunyai sesuatu untuk dikatakan. Seringkali, deskripsi etnografi seperti percakapan yang berbelit-belit, tanpa tujuan.

 

  • Langkah 3: Membuat sebuah daftar topik dan membuat sebuah garis besar. Langkah ini melibatkan peninjauan kembali catatan-catatan lapangan Anda serta inventaris budaya yang telah Anda buat, dan juga daftar topik yang Anda anggap harus dimasukkan ke dalam deskripsi akhir Anda.

 

  • Langkah 4: Menulis naskah kasar untuk masing-masing bagian. Sebuah naskah kasar dimaksudkan untuk sebuah naskah yang masih kasar, belum selesai dan belum dipoles.

 

  • Langkah 5: Merevisi garis besar dan membuat anak judul. Hampir dapat dipastikan bahwa garis besar yang dibuat berubah dalam proses penulisan. Jika sebuah naskah kasar telah selesai dibuat untuk masing-masing bagian, baik sekali untuk membuat sebuah garis besar baru.

 

  • Langkah 6: Mengedit naskah kasar. Pada tahapan penulisan ini, Anda mempunyai sebuah naskah kasar, sebuah garis besar yang sangat jelas, sejumlah sub judul yang akan Anda gunakan dalam tulisan Anda. Sekarang saatnya Anda mengembangkan itu semua untuk memperbaiki detail tulisan Anda.

 

  • Langkah 7: Menuliskan pengantar dan kesimpulan. Sekarang, deksripsi itu telah mempunyai bentuk yang kuat dan Anda dapat menulis kedua bagian ini dengan cara yang lebih efektif.

 

 

 

C. Kerangka Etnografi

 

Etnografi dikarang guna dapat mendeskripsikan mengenai gambaran kebudayaan suatu suku bangsa. Etnografi diawali dari jurnal perjalanan orang-orang daratan Eropa yang ingin menyelidiki keadaan bangsa-bangsa di luar Eropa. Etnografi tidak mencakup keseluruhan dari suku bangsa, tapi etnografi mencakup suatu bagian tertentu dari suatu suku bangsa, kecuali bagi suku bangsa yang kecil jumlah populasi.

Seorang ahli antropologi Amerika, R. Naroll, menyusun suatu daftar prinsip yang digunakan para antropolog untuk menentukan batas-batas dari masyarakat, daftar itu antara lain berisi:

  1. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih;
  2. Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk yang mengucapkan satu bahasa atau satu logat bahasa;
  3. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas suatu daerah politikal administratif;
  4. Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh rasa identitas penduduknya sendiri;
  5. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu wilayah geografis yang merupkan kesatuan daerah fisik;
  6. Kesatuan masyarkat yang ditentukan oleh kesatuan ekologi;
  7. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mengalami satu pengalaman sejarah yang sama;
  8. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang frekuensi interaksinya satu dengan lain merata tinggi;
  9. Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang seragam.

Seorang Antropolog yang mencari suatu kesatuan etnografi untuk menjadi pokok penelitian dan pokok deskripsi etnografinya sudah tentu juga menghadapi kompleksitas yang berbeda-beda mengenai unsur-unsur kebudayaan yang dihadapinya. Berikut adalah penjabaran dalam kerangka etnografi.

  • Lokasi, Lingkungan Alam & Demografi

Mendeskripsikan etnografi perlu menjelaskan ciri geografi seperti iklim, sifat daerah, suhu dan curah hujan. Etnografi juga memberikan ciri geologi dan geomorfologi dan penyebaran suku bangsanya.

  • Sejarah Suku Bangsa

Asal mula suatu suku bangsa yang menjadi pokok deskripsi. Ilmu sejarah sangat berguna dalam mencari asal mula suatu suku bangsa. Data itu diperoleh dengan benda-benda kebudayaan prehistori yang ditemukan para ahli prasejarah, baik itu benda yang berwujud ataupun yang tidak berwujud sama sekali.

  • Bahasa

Sistem perlambangan manusia dalam berkomunikasi baik secara lisan ataupun dengan simbol. Perlu observasi dalam mencari batas penyebaran suatu bahasa. Lalu dimana letak perbedaannya, letak perbedaan dialeknya, perbedaan bahasa yang dipakai di antara golongan sosial.

  • Sistem Teknologi

Memproduksi, menggunakan, memelihara peralatan hidup dari suatu suku bangsa. Sistem teknologi ini hanya dibatasi oleh teknologi yang asli, atau yang belum terkena pengaruh teknologi dari bangsa lain. Senjata, alat-alat rumah tangga, pakaian perumahan, alat transportasi, dan sebagainya, ditelaah mengenai proses pembuatan, penggunaan dan pemeliharaannya.

 

  • Sistem Mata Pencaharian

Dominan dari populasi suatu suku bangsa yang mencari penghidupan dengan cara seperti apa. Apakah itu berburu, berternak, bertani di ladang, menangkap ikan,atau bertani dan menetap dengan irigasi.

  • Organisasi Sosial

Sistem komunitas yang dianut suatu suku bangsa, yang di dalamnya juga terkandung sistem kekerabatan, kekeluargaan, dan lapisan sosial. Bagaimana suatu komunitas dalam suatu bangsa itu beraktivitas bersama-sama, baik itu secara gotong royong, kekerabatan antar suatu komunitas, dan hubungan keluarga baik dari sistem saudara atau pernikahan.

  • Sistem Pengetahuan

Bagaimana suatu bangsa itu memperoleh pengetahuan, baik itu berupa teknologi, alat-alat produksi, atau pengobatan dan sebagainya. Sistem kepercayaan zaman dulu yang dipercaya seperti hal-hal aneh yang tidak dapat diterima akal sehat. Pengetauan mengenai alam, manusia, tingkah laku dari masa ke masa.

  • Sistem Religi

Religi mengundang perhatian banyak ahli antropologi dikarenakan keunikan dalam hal:

  1. Upacara keagamaan dalam kebudayaan suatu suku biasanya merupakan unsur kebudayaan yang tampak paling lahir;
  2. Bahan etnografi mengenai upacara keagamaan diperlukan untuk menyusun teori tentang asal mula religi.
  3. Religi memiliki nilai keramat terutama terlihat pada benda, tindakan dan gagasan tertentu. Sistem religi antara lain meliputi keyakinan, upacara keagamaan, umat yang menganut sistem religi tersebut.

 

  • Kesenian

Ekspresi yang dituangkan manusia berdasarkan pemikiran dan intusisinya. Semua itu dilakukan karena menginginkan sesuatu yang berbeda dalam hidup mereka, sesuatu yang dapat memberikan keindahan bagi mereka. Kesenian meliputi seni rupa, seni suaru, seni tari, seni drama, dsb.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan                                                                                                          
            Etnografi berasal dari kata ethos, yaitu bangsa atau suku bangsa dan graphein yaitu tulisan atau uraian. Istilah etnografi sebenarnya merupakan istilah antropologi, lahir pada tahap pertama dari perkembangannya sebelum tahun 1800 an. Etnogarafi merupakan hasil catatan penjelajah eropa Mereka mencatat semua fenomena menarik yang dijumpai selama perjalanannya, antara lain berisi entang adat istitiadat,susunan masyarakat,bahasa dan cirri-ciri fisik dari suku-suku bangsa tersebut. Jadi layaknya seperti penelitian yang lain, variabel dari penelitian ini lebih kepada kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat.

            Penelitian etnografi juga merupakan kegiatan pengumpulan bahan kete¬rangan atau data yang dilakukan secara sistematik mengenai cara hidup serta berbagai aktivitas sosial dan berbagai benda kebudayaan dari suatu masyarakat. Berbagai peristiwa dan kejadian unik dari komunitas budaya akan menarik perhatian peneliti etnografi. Peneliti justru lebih banyak belajar dari pemilik kebudayaan, dan sangat respek pada cara mereka belajar tentang budaya. Itulah sebabnya pengamatan terlibat menjadi penting dalam aktivitas penelitian.

Daftar Pustaka

 

Bungin, Burhan.2008. Penelitian Kualitatif, Kencana, Jakarta. Endaswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta : UGM Press.

 

Jensen, Klaus Bruhn and Nicholas W. Jankowski. 1991. A Hand Book of Methodologies For Mass Communication research. Washington: Wadworth Publishing Company.

 

Marzali, Amri.2005. Antropologi dan Pembangunan Indonesia, Kencana, Jakarta.

 

Mulyana, Deddy. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT remaja Rosdakarya Spradley, James P. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: PT tiara Wacana.

 

Home Islami Kesehatan Otomotif teknologi pengetahuan umum Home » biologi » Pengertian Rantai Makanan – Jenis dan contoh rantai makanan Pengertian Rantai Makanan – Jenis dan contoh rantai makanan

9 Mar

 

 

Gambar

Pada artikel ini akan membahas tentang pengertian dari rantai makanan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa hampir seluruh organisme yang hidup di bumi ini akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara satu organisme dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mempengaruhi satu sama lain atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Nah di dalam ekosistem ini terjadilah rantai makanan, aliran energi serta siklus Biogeokimia.

Pengertian rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.

Jenis rantai makannan

Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.

– Rantai Pemangsa

Landasan utama dari Rantai Pemangsa adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.

 

 

– Rantai Parasit

Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.

– Rantai Saprofit

Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk faring-faring makanan.

Rantai Makanan dan Tingkat Trofik

Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga terjadi pemindahan energi, elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk ke bentuk lain di sepanjang rantai makanan.

Organisme dalam kelompok ekologis yang terlibat dalam rantai makanan digolongkan dalam tingkat-tingkat trofik. Tingkat trofik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam tingkat memakan.

Sumber energi berasal dari matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat proses fotosintesis hanya memakai energi matahari dan C02 dari udara. Oleh karena itu, tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat trofik pertama. Hewan herbivora atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat trofik kedua. Karnivora yang secara langsung memakan herbivora termasuk tingkat trofik ketiga, sedangkan karnivora yang memakan karnivora di tingkat trofik tiga termasuk dalam anggota iingkat trofik keempat.

Piramida Ekologi

Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Ada 3 jenis piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi.

 

– Piramida Jumlah

Organisme dengan tingkat trofik masing – masing dapat disajikan dalam piramida jumlah, seperti kita ketahui Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling melimpah, sedangkan organisme di tingkat trofik kedua, ketiga, dan selanjutnya makin berkurang. Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal, jumlah tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivora. Demikian pula jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada jumlah karnivora tingkat 1. Kamivora tingkat 1 juga selalu lebih banyak daripada karnivora tingkat 2. Piramida jumlah ini di dasarkan atas jumlah organisme di tiap tingkat trofik.

– Piramida Biomassa

Pada piramida piramida jumlah yang sederhana sering kali kurang membantu dalam memperagakan aliran energi dalam ekosistem. Penggambaran yang lebih realistik dapat disajikan dengan piramida biomassa. Pengertian dari Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu tertentu. Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap tingkat harus diukur kemudian barulah jumlah organisme di tiap tingkat diperkirakan.

Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan diukur dalam gram.

Untuk menghindari kerusakan habitat maka biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur, kemudian total seluruh biomassa dihitung. Dengan pengukuran seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem.

– Piramida energy

Seringkali piramida biomassa tidak selalu memberi informasi yang kita butuhkan tentang ekosistem tertentu. Lain dengan Piramida energi yang dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem.

Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi berturut-turut yang tersedia di tiap tingkat trofik. Berkurang-nya energi yang terjadi di setiap trofik terjadi karena hal-hal berikut.

1. Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.
2. Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicemakan dan dikeluarkan sebagai sampah.
3. Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisms, sedangkan sisanya digunakan sebagai sumber energi.

Galeri rantai makanan, piramida makanan dan jaring-jaring makanan

Jaring-jaring makanan

rantai makanan

piramida makanan

jaring-jaring makanan

 

Semoga artikel yang membahas pengertian dan penjelasan tentang rantai makanan di atas bisa bermanfaat untuk kamu yang membutuhkan, dan tentunya bisa menambah pengetahuan.