PENGERTIAN PENGGUNAAN AKTIVA TETAP

15 Apr

Oleh : Oliver Fr. Tambunan

       Aktiva tetap adalah dapat di hentikan penggunaannya dengan membuang, menjual, atau menukarnya pada umumnya, pada waktu aktiva dilepaskan, penyusutan atau amortisasi yang belum dicatat untuk periode bersangkutan dicatat sampai tanggal pelepasan. Dengan demikian nilai buku pada tanggal pelepasan atau penghentian penggunaan dapat dihitung sebagai selisih antara harga perolehan aktiva itu dan akumulasi penyusutannya.

       Jika harga pelepasan lebih besar dari pada nilai buku, diakui keuntungan. Sebaliknya, jika harga pelepasan lebih kecil dari pada nilai buku, diakui kerugian. Keuntungan atau kerugian dilaporkan pada penghitungan rugi laba sebagai “ pendapatan dan keuntungan nilai-nilai” atau “ beban dan kerugian lain-lain” pada tahun pelepasa aktiva. Sebagai bagian ayat pelepasan, saldo dalam perkiraan aktiva dan akumulasi penyusutan untuk aktiva tersebut dihapuskan. Dalam hal ini, proses penghentian penggunaan aktiva tetap dapat dilakukan hal-hal berikut :

  1. 1.      Pembuangan Aktiva Tetap

 

Apabila aktiva tetap tidak berguna lagi bagi perusahaan serta tidak memiliki nilai jual, maka aktiva tersebut dapat dibuang. Jika aktiva tetap itu belum disusutkan secara penuh, maka harus terlebih dahulu dilakukan pencatatan penyusustan sebelum aktiva tersebut dibuang dan dihapus dari akuntansi perusahaan. Dalam hal ini, tidak akan timbul keuntungan ataupun kerugian yang harus diakui dalam catatan akuntansi karena aktiva tetap telah disusutkan secara penuh dan tidak memiliki nilai sisa ( Salvage Value ).

Sebagai ilustrasi, misalnya suatu jenis mesin yang diperoleh dengan harga Rp. 3.000.000,- dan telah disusutkan secara penuh pada akhir periode. Pada awal Februari, mesin tersebut dibuang. Ayat jurnal untuk mencatat aktiva tetap ini adalah ( Hadibroto, 2000 ) :

     Ak. Penyusutan – Mesin                                                    Rp 3.000.000,-

               Mesin                                                                                   Rp 3.000.000,-

 

 

  1. 2.      Penjualan

 

       Apabila suatu aktiva tetap tidak digunakan lagi oleh perusahaan, tetapi masih memiliki nilai sisa, maka aktiva tersebut dapat dijual. Penjualan aktiva tetap ini dapat menimbulkan keuntungan jika dijual diatas nilai sisanya, jika hasil dari penjualan aktiva tetap adalah dalam bentuk kas atau piutang ( Aktiva Moneter ), maka pencatatan transaksi tersebut harus mengikuti urutan yang telah diatur.

       Sebagai ilustrasi, misalnya bahwa sebuah mesin yang diperoleh dengan harga Rp. 3.500.000,- disusutkan dengan metode garis lurus sebesar 20% setiap tahunnya. Mesin tersebut dijual secara tunai pada akhir tahun keempat pemakaiaannya. Saldo akumulasi penyusutan pada saat penjualan tersebut terjadi adalah Rp 2.800.000,- nilai buku mesin tersebut adalah Rp 700.000,-. Maka ayat jurnal untuk mencatat penghentian penggunaan mesin tersebut dalam berbagai kondisi adalah ( Smith, dkk, 2005 : 250 ) :

  1. Jika penjualan seharga dengan nilai buku Rp 700.000,-

Kas                                                                  Rp 700.000,-

Ak. Penyusutan – mesin                                       Rp 2.800.000,-

                        Mesin                                                              Rp 3.500.000,-

  1. Jika penjualan dibawah nilai buku Rp 500.000,-

Kas                                                                  Rp 500.000,-

Ak. Penyusun mesin                                             Rp 2.800.000,-

Kerugian penjualan aktiva                                           Rp 200.000,-

                        Mesin                                                                          Rp 3.500.000,-

  1. Jika penjualan diatas nilai buku Rp 800.000,-

Kas                                                             Rp 800.000,-

Ak. Penyusutan – mesin                                  Rp 2.500.000,-

                   Mesin                                                              Rp 3.5000.000,-

                   Keuntungan                                                         Rp 100.000,-

 

  1. 3.      Pertukaran Dengan Aktiva Nonmoneter Lainnya

 

      Sering terjadi bahwa aktiva lama ditukar dengan aktiva baru dengan mempertimbangkan harga pasar aktiva lama. Pertukaran ini dapat terjadi baik antara aktiva tetap yang sejenis ataupun aktiva tetap yang tidak sejenis. Nilai tukar tambah ( Trade-in allowance ), dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari pada nilai buku aktiva tetap lama. Saldo yang tersisa atau jumlah yang terutang atas transaksi pertukaran ini, dapat dibayar tunai atau dicatat sebagai kewajiban. Petukaran aktiva tetap seperti ini juga menimbulkan keutungan atau kerugian yang perlu diakui dalam catatan akuntansi pada saat pertukaran terjadi.

                  Apabila aktiva tetap diperoleh dari hasil petukaran dengan aktiva nonmoneter lain, maka aktiva baru yang diperoleh tersebut dicatat sebagai nilai pasar wajarnya atau nilai pasar wajar aktiva nonmoneter yang diserahkan, mana yang lebih pasti. Perlakuan ini dikenal sebagai “kasus umum” dan merupakan transaksi pertukaran yang lebih umum.

      Ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat kasus umum bagi pertukaran yang melibatkan aktiva nonmoneter sama dengan ayat jurnal yang diilustrasikan pada penghentian penggunaan aktiva melalui penjualan, kecuali bahwa yang bertambah adalah aktiva nonmoneter bukan aktiva moneter seperti ilustrasi sebelumnya. Dalam hal ini juga, sering kali pertukaran diantara aktiva nonmoneter ini melibatkan transfer kas. Hal ini terjadi karena aktiva nonmoneter dalam kebanyakan transaksi pertukaran tidak mempunyai nilai pasar yang sama atau ekuivelen.

     

  1. 4.      Konversi Terpaksa

                   Ada kalanya penghentian penggunaan aktiva tetap terjadi karena kerusakan berat akibat peristiwa-peristiwa seperti kebakaran, gempa bumi, banjir, atau pengapkiran. Penghentian pemakaian yang disebabkan oleh jenis-jenis kejadian yang tidak dapat dikendalikan seperti ini digolongan sebagai konversi terpaksa. Beberapa dari peristiwa ini merupakan resiko yang dapat diasuransikan, dan terjadi peristiwa tersebut menghasilkan ganti rugi dari perusahaan asuransi. Jika ganti rugi itu lebih besar dari pada nilai buku aktiva yang rusak, maka keuntungan harus diakui pada pembukaan. Jika ganti rugi lebih kecil dari pada nilai buku, kerugian akan dicatat.

       Jika kerugian tidak dapat diasuransikan, atau perusahaan lalai merasuransikan kekayaannya, maka nilai buku tersisa dari aktiva itu harus dicatat sebagai kerugian. Oleh karena jenis kejadian-kejadian ini tidak bisa dan jarang, maka keuntungan dan kerugian yang direalisasikan sering kali dicatat sebagai pos luar biasa. Tentu saja, jika besar kemungkinan bahwa kejadian-kejadian itu akan berulang, yaitu misalnya jika sesuatu pabrik dibangun didaerah rendah yang sering mengalami banjir, maka keuntungan atau kerugiannya dapat digolongkan sebagai pos biasa.

 

 

 

 

 

 

PENGHENTIAN AKTIVA TETAP

 

PENGHENTIAN AKTIVA TETAP

 

Berikut adalah jurnal apabila kita akan mencatat penghentian aktiva tetap.

 

  1. 1.      DIBUANG

–          Apabila sudah habis waktunya :

Akumulasi penyusutan ak. Tetap                     xxx

                         Kendaraan                                                       xxx

 

–          Apabila belum habis waktunya :

Akumulasi penyusutan ak. Tetap                     xxx

Rugi karena pembuangan                                 xxx

                         Kendaraan                                                       xxx

 

  1. DIJUAL ( menimbulkan perubahan kas )

–          Apabila rugi :

Kas                                                                  xxx

Akm. Penyusutan                                            xxx

Rugi penjualan                                                xxx

                        Kendaraan                                                       xxx

 

–          Apabila laba :

Kas                                                                   xxx

Akm. Penyusutan                                             xxx

                         laba penjualan                                                 xxx

                         Kendaraan                                                       xxx

 

–          Perhitungan :                harga perolehan kendaraan     xxx

                                                 Akumulasi penyusutan            xxx

                                                             Nilai buku                               xxx

                                                             Harga jual                                (xxx)

 

 

 

  1. 3.      DITUKARKAN

Cara menghitung rugi/laba pertukaran :

Harga kendaraan baru                                                        xxx

Harga perolehan                                                     xxx

Akm. Penyusutan                                                   (xxx)

                               Nilai buku                                                       (xxx)

                               Selisih nilai buku                                             xxx

                               Tambahan kas                                                 xxx

 

Catatan : Apabila besar tambahan kas maka kita mengalami kerugian

 

 

Contoh soal penghentian aktiva tetap part i

 

PT. Allathanshida pada bulan Januari 2012 membeli sebuah mesin dengan Rp 7.500.000,00. Taksiran umur ekonomisnya 10 tahun, dengan nilai residu Rp 1.500.000,00.

Buatlah jurnal pada tanggal 01 Juli 2015 apabila pada tanggal tersebut mesin dihentikan pemakaiannya, kemudian perusahaan melakukan kegiatan sebagai berikut :

  1. Dijual tunai sebesar Rp 5.000.000,00.
  2. Dijual tunai sebesar Rp 5.500.000,00.
  3. Dibuang sebagai ronsokan
  4. Ditukar dengan mesin baru seharga Rp 10.000.000,00 dan tambahan uang tunai Rp 4.000.000,00
  5. Ditukar dengan mesin baru yang tidak sejenis dengan harga Rp 11.000.000,00 dan tambahan uang tunai Rp 5.000.000,00

 

 

Jawab :

Beban penyusutan = Rp 7.500.000 – Rp 1.500.000,00

                                                                    10

 

                                           = Rp 600.000,00 / tahun

01/01 2012 – 01/07 2015 = 31 / 2 tahun

Jadi akumulasi penyusutan

3,5 tahun x Rp 600.000,00 = Rp 2.100.000,00

 

  1. Perhitungan :

Harga perolehan                           Rp 7.500.000

Akm. Penyusutan             (Rp 2.100.000,00)

Nilai buku                        Rp 5.400.000,00

Dijual                               (Rp 5.000.000,00)

Rugi penjualan                             Rp 400.000,00

Jurnalnya :

Kas                                               Rp 5.000.000,00

Akm. Penyusutan mesin                          Rp 2.100.000,00

Rugi penjualan                                         Rp 400.000,00

                             Mesin                                                                          Rp 7.500.000,00

 

  1. Perhitungan :

Harga perolehan                           Rp 7.500.000

Akm. Penyusutan             (Rp 2.100.000,00)

Nilai buku                        Rp 5.400.000,00

                    Dijual                                      (Rp 5.500.000,00)

Laba penjualan                                         Rp 100.000,00

Jurnalnya :

Kas                                               Rp 5.500.000,00

Akm. Penyusutan mesin                          Rp 2.100.000,00

Laba penjualan                                                     Rp 400.000,00

                             Mesin                                                                          Rp 7.500.000,00

 

  1. perhitungan :

Harga perolehan                           Rp 7.500.000

Akm. Penyusutan                         (Rp 2.100.000,00)

Rugi karena dibuang                                Rp 5.400.000,00

Jurnalnya :

Akm. Penyusutan mesin                          Rp 2.100.000,00

Rugi karena dibuang                                            Rp 5.400.000,00

                             Mesin                                                                          Rp 7.500.000,00

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: